Mengenal Lebih Dekat Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, Guru Besar Baru UBT
- 30 Apr 2026 20:30 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Di balik kemajuan Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT), terdapat sosok yang tidak hanya besar di ruang-ruang kelas, tetapi juga tajam di dunia praktisi. Beliau adalah Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si., pria yang kini mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi UBT.
Perjalanannya bukan sekadar deretan gelar akademik, melainkan sebuah narasi tentang dedikasi panjang bagi bumi Kalimantan Utara.
Jejak Literasi: Dari Yogyakarta hingga Semarang
Langkah akademik Prof. Nur Utomo dimulai di jantung kota pendidikan, Yogyakarta. Menimba ilmu Akuntansi di Universitas Islam Indonesia (UII) pada medio 90-an, beliau meletakkan dasar pemikiran logis dan sistematis. Semangat belajarnya tak berhenti di sana; beliau kemudian mendalami Manajemen Keuangan melalui program Magister di Universitas Mulawarman, Samarinda, hingga puncaknya meraih gelar Doktor di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang pada tahun 2018.
Kombinasi disiplin ilmu dari berbagai institusi ternama ini membentuk sosok intelektual yang matang dalam teori namun tetap membumi dalam aplikasi.
Napas Pengabdian Sejak 2002
Jika menilik sejarah UBT, nama Prof. Nur Utomo telah terukir sejak September 2002. Lebih dari dua dekade beliau mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan putra-putri daerah di perbatasan. Karier manajerialnya di kampus pun dimulai dari bawah, mulai dari Ketua Jurusan Manajemen (2011–2014) hingga kini memimpin fakultas sebagai Dekan.
Namun, yang membuat profilnya unik adalah keseimbangannya. Sebelum sepenuhnya terjun di dunia akademik, beliau adalah seorang praktisi tangguh. Pengalamannya merentang dari sektor industri kayu di PT Intraca Wood Tbk, sektor pertambangan di Malinau, hingga birokrasi di Bagian Keuangan Pemkot Tarakan.
Pendekar Ekonomi Syariah dan Riset Global
Bicara soal ekonomi syariah di Kalimantan Utara, sulit untuk tidak menyebut nama beliau. Keberhasilannya membawa Koperasi Syariah BMT Al-Fath Tarakan menjadi "Koperasi Terbaik" di tahun 2012 adalah bukti nyata kepiawaiannya. Tak heran jika Bank Indonesia menobatkannya sebagai Tokoh Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2019.

Di kancah internasional, tajamnya pemikiran Prof. Nur Utomo diakui melalui 15 jurnal terindeks Scopus dan berbagai penghargaan Best Paper di konferensi internasional. Bagi beliau, riset bukan sekadar syarat administrasi, melainkan cara seorang dosen memberikan solusi nyata bagi problematika ekonomi nasional maupun regional.
Jiwa Entrepreneur: Mengajar dengan Teladan
Saat berdiri di depan kelas mengampu mata kuliah Manajemen Keuangan Internasional atau Kewirausahaan, Prof. Nur Utomo tidak hanya membagikan isi buku teks. Beliau bicara dari pengalaman.
Pernah mencicipi manis pahitnya dunia usaha—mulai dari mengelola toko sembako, jasa fotokopi, hingga toko aksesori—beliau adalah definisi nyata dari seorang pendidik yang "pernah melakukan apa yang dia ajarkan". Jiwa entrepreneurship inilah yang ia tularkan kepada para mahasiswanya: bahwa ekonomi adalah tentang keberanian mengambil peluang.
Visi ke Depan
Kini, sebagai Dekan, tantangan Prof. Nur Utomo adalah membawa Fakultas Ekonomi UBT melampaui batas geografis. Dengan pengalaman risetnya yang luas dan jaringan profesionalnya, beliau terus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan akreditasi fakultas.
Sosok Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo adalah pengingat bahwa untuk membangun sebuah wilayah, dibutuhkan perpaduan antara kecerdasan intelektual, pengalaman praktis, dan ketulusan untuk mengabdi di tanah kelahiran. Di tangannya, Fakultas Ekonomi UBT bukan sekadar tempat kuliah, tapi kawah candradimuka bagi calon ekonomi muda di utara Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....