Sejarah dan salah kaprah penggunaan formalin.
- 03 Feb 2026 03:48 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Formalin merupakan zat kimia yang kerap dikenal masyarakat karena penyalahgunaannya dalam bahan pangan, meski sejatinya memiliki sejarah panjang dalam dunia sains dan medis. Formalin adalah larutan berair dari formaldehida, senyawa kimia yang pertama kali diidentifikasi pada abad ke-19.
Formaldehida pertama kali ditemukan pada tahun 1867 oleh ahli kimia asal Jerman, August Wilhelm von Hofmann. Senyawa ini kemudian dikembangkan lebih lanjut dan digunakan dalam bentuk larutan yang dikenal sebagai formalin. Karena kemampuannya menghambat pembusukan, formalin banyak dimanfaatkan dalam dunia medis dan laboratorium sebagai bahan pengawet jaringan biologis dan spesimen penelitian.
Pada perkembangan berikutnya, formalin digunakan secara luas dalam industri, seperti pembuatan resin, tekstil, bahan bangunan, serta pengawetan mayat dalam bidang kedokteran dan forensik. Namun, sifat formalin yang bersifat toksik membuat penggunaannya harus dibatasi dan diawasi secara ketat, terutama karena paparan berlebih dapat membahayakan kesehatan manusia.
Di Indonesia, formalin mulai dikenal luas oleh masyarakat akibat kasus penyalahgunaan pada bahan pangan sejak awal tahun 2000-an. Badan pengawas kesehatan menegaskan bahwa formalin dilarang digunakan dalam makanan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius. Fakta ini menunjukkan bahwa zat kimia yang awalnya diciptakan untuk kepentingan ilmiah dapat menjadi ancaman jika digunakan di luar peruntukannya. Jangan coba-coba ya! RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....