Mengenal Ulin, Sang Raja Kayu

  • 03 Feb 2026 03:14 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID Tarakan - Kayu ulin dikenal sebagai salah satu jenis kayu terkuat di dunia dan telah lama dimanfaatkan masyarakat Kalimantan. Kayu yang juga dijuluki kayu besi ini terkenal karena daya tahannya yang luar biasa terhadap air, rayap, dan cuaca ekstrem, sehingga kerap digunakan untuk bangunan tradisional, jembatan, hingga konstruksi berat.

Secara ilmiah, kayu ulin memiliki nama latin Eusideroxylon zwageri dan tumbuh alami di hutan tropis Kalimantan, Sumatra, serta sebagian wilayah Asia Tenggara. Kayu ini memiliki kepadatan sangat tinggi, bahkan semakin keras ketika terkena air. Keunikan tersebut membuat ulin mampu bertahan puluhan hingga ratusan tahun tanpa mengalami pelapukan signifikan. 

Selain ketahanannya yang luar biasa, kayu ulin juga memiliki siklus hidup yang sangat panjang. Para ahli kehutanan memperkirakan pohon ulin membutuhkan waktu ratusan tahun untuk tumbuh hingga ukuran siap tebang, dengan usia yang dapat mencapai 200 hingga lebih dari 400 tahun di alam.

Pertumbuhan pohon ulin tergolong sangat lambat, hanya beberapa milimeter diameter per tahun. Karakteristik ini membuat regenerasi alaminya membutuhkan waktu yang sangat lama. Akibatnya, penebangan dalam jumlah besar pada masa lalu menyebabkan populasi kayu ulin menurun drastis dan sulit pulih dalam waktu singkat.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah Indonesia menetapkan kayu ulin sebagai jenis tumbuhan yang dilindungi. Perlindungan ini diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.106 Tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Selain itu, kayu ulin juga tercatat dalam daftar IUCN Red List dengan status terancam, sehingga pemanfaatannya harus melalui izin khusus dan pengawasan ketat.

Para pemerhati lingkungan menegaskan bahwa perlindungan kayu ulin bukan hanya soal menjaga satu jenis pohon, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis Kalimantan. Dengan usia tumbuh yang sangat panjang, kerusakan akibat eksploitasi ulin tidak dapat dipulihkan dalam satu generasi, sehingga upaya konservasi menjadi keharusan demi keberlanjutan lingkungan dan warisan alam Indonesia. RV

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....