QR Code, Dari Otomotif, Menjadi Metode Pembayaran Digital
- 03 Feb 2026 03:04 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kode QR atau Quick Response Code kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, mulai dari pembayaran digital hingga akses informasi. Namun, di balik penggunaannya yang masif saat ini, QR Code memiliki sejarah panjang yang berawal dari kebutuhan industri, bukan teknologi konsumen seperti yang banyak disangka.
QR Code pertama kali dikembangkan pada tahun 1994 oleh perusahaan otomotif asal Jepang, Denso Wave, anak usaha Toyota. Teknologi ini diciptakan oleh seorang insinyur bernama Masahiro Hara untuk melacak komponen kendaraan di pabrik secara lebih cepat dan akurat dibandingkan barcode satu dimensi yang memiliki keterbatasan data.
Berbeda dengan barcode konvensional, QR Code mampu menyimpan informasi dalam jumlah besar dan dapat dibaca dari berbagai arah. Keunggulan inilah yang membuat QR Code mulai diadopsi di luar sektor industri, termasuk bidang logistik, pemasaran, hingga layanan publik. Denso Wave juga memutuskan untuk tidak mematenkan teknologi ini, sehingga memungkinkan QR Code digunakan secara bebas di seluruh dunia.
Popularitas QR Code meningkat pesat pada era ponsel pintar dan semakin meluas saat pandemi COVID-19, ketika teknologi ini dimanfaatkan untuk transaksi tanpa kontak dan pelacakan informasi. Sejarah QR Code menunjukkan bagaimana inovasi yang awalnya ditujukan untuk kebutuhan industri akhirnya berkembang menjadi teknologi global yang memengaruhi cara manusia berinteraksi dan mengakses layanan digital. RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....