Terciptanya Plastik: Dari Sejarah Hingga Berujung Salah Kaprah

  • 03 Feb 2026 02:57 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Plastik merupakan salah satu penemuan paling berpengaruh dalam kehidupan modern. Namun, di balik manfaatnya, penemuan plastik kerap disalahpahami sejak awal. Banyak orang mengira plastik diciptakan sebagai bahan sekali pakai, padahal tujuan awal penemuannya justru untuk menyelamatkan sumber daya alam dan menggantikan bahan langka.

Sejarah mencatat, plastik sintetis pertama bernama Bakelite ditemukan oleh ilmuwan Belgia-Amerika Leo Hendrik Baekeland pada tahun 1907. Saat itu, plastik diciptakan sebagai alternatif pengganti gading, kayu, dan logam yang semakin sulit diperoleh. Bahan ini dirancang kuat, tahan panas, dan dapat digunakan berulang kali, bukan untuk dibuang setelah satu kali pemakaian.

Kesalahpahaman mulai muncul seiring perkembangan industri pada pertengahan abad ke-20. Produksi massal plastik yang murah membuatnya digunakan secara luas sebagai kemasan sekali pakai. Praktik ini menggeser fungsi awal plastik sebagai material tahan lama, hingga memunculkan budaya konsumsi cepat yang berdampak besar terhadap lingkungan.

Para ahli menilai bahwa masalah utama bukan terletak pada penemuan plastik itu sendiri, melainkan pada cara penggunaannya yang keliru. Plastik pada dasarnya dirancang untuk penggunaan jangka panjang, namun disalahkaprahkan menjadi produk sekali pakai. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi tanpa pengelolaan bijak dapat menimbulkan persoalan baru di masa depan. Anda, termasuk yang salah paham kan soal penggunaan plastik? Ayo ngakuuu.. RV

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....