Kasus Pelarian Narapidana Ter-epic Dalam Sejarah

  • 03 Feb 2026 02:51 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Kasus pelarian dari Penjara Alcatraz pada tahun 1962 menjadi salah satu peristiwa paling misterius dalam sejarah sistem pemasyarakatan Amerika Serikat. Penjara yang dikenal mustahil ditembus ini justru berhasil diloloskan oleh tiga narapidana, yakni Frank Morris serta bersaudara John dan Clarence Anglin, yang hingga kini nasibnya masih menjadi perdebatan.

Pelarian tersebut direncanakan selama berbulan-bulan dengan memanfaatkan kelemahan struktur bangunan penjara. Para narapidana mengikis dinding sel menggunakan sendok logam, kemudian membuat lubang ventilasi sebagai jalur keluar. Untuk mengelabui penjaga, mereka menciptakan kepala palsu dari sabun, tisu, dan rambut asli, lalu meletakkannya di tempat tidur agar terlihat seperti sedang tidur.

Pada malam 11 Juni 1962, ketiganya melarikan diri melalui saluran ventilasi, memanjat atap penjara, dan turun ke tepi pulau. Mereka menggunakan rakit darurat yang dibuat dari jas hujan tahan air untuk menyeberangi perairan Teluk San Francisco yang dingin dan berarus deras. Pihak berwenang saat itu menyimpulkan bahwa mereka tenggelam, namun tidak pernah ditemukan jasad maupun bukti pasti kematian.

Kasus ini terus menjadi bahan penyelidikan dan spekulasi hingga kini. Beberapa laporan FBI dan penelitian lanjutan mengindikasikan kemungkinan para pelarian selamat dan berhasil mencapai daratan. Misteri pelarian Alcatraz tidak hanya mengubah pandangan tentang keamanan penjara tersebut, tetapi juga menjadi salah satu kisah kriminal paling terkenal dan belum terpecahkan dalam sejarah modern. RV

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....