Black Death Salah Satu Epidemi Paling Mematikan Dalam Sejarah
- 03 Feb 2026 02:30 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Dalam catatan sejarah dunia tertulis sebutan Black Death. Wabah Black Death atau Kematian Hitam merupakan salah satu epidemi paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Wabah ini melanda Eropa pada abad ke-14, tepatnya antara tahun 1347 hingga 1351, dan diperkirakan menewaskan sekitar 30 hingga 50 persen populasi Eropa pada masa itu.
Black Death disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang menyebar melalui gigitan kutu pada tikus. Penyakit ini diduga berasal dari Asia Tengah dan menyebar ke Eropa melalui jalur perdagangan, termasuk kapal-kapal dagang yang berlabuh di pelabuhan Mediterania. Dalam waktu singkat, wabah menyebar luas ke berbagai wilayah Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara.
Gejala penyakit ini tergolong mengerikan, mulai dari demam tinggi, nyeri tubuh, hingga munculnya benjolan hitam berisi nanah di ketiak dan selangkangan, yang kemudian menjadi asal nama Black Death. Minimnya pengetahuan medis, sanitasi buruk, serta kepadatan penduduk membuat wabah ini sulit dikendalikan dan menimbulkan kepanikan massal.
Dampak Black Death tidak hanya dirasakan di bidang kesehatan, tetapi juga mengubah tatanan sosial dan ekonomi Eropa. Kelangkaan tenaga kerja menyebabkan perubahan sistem feodalisme, sementara kepercayaan masyarakat terhadap otoritas dan lembaga keagamaan ikut terguncang. Wabah ini menjadi pengingat pentingnya sistem kesehatan, kebersihan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit menular. RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....