Syarwani Targetkan Satu Desa Satu Sarjana Biaya APBD

  • 17 Des 2025 21:07 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tanjung Selor : Pemerintah Kabupaten Bulungan menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama pada tahun 2026.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan yakni program satu desa satu sarjana dengan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing, sekaligus memperkuat pembangunan berbasis desa dan kelurahan.

“Di Bulungan ada 74 desa dan 7 kelurahan. Tahun 2026 kita targetkan masing-masing memiliki minimal satu sarjana dan seluruhnya dibiayai APBD,” ujar Syarwani, Rabu (17/12/2025).

Pelaksanaan program ini akan melibatkan Universitas Kaltara (Unikaltar) sebagai mitra utama. Menurut Syarwani, pemberdayaan perguruan tinggi lokal dipilih agar manfaat pembangunan pendidikan dapat dirasakan langsung di daerah.

“Kami sengaja menggandeng Unikaltar. Selain kualitasnya, universitas ini lahir dari daerah dan perlu kita besarkan bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara moral pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan Unikaltar, mengingat mayoritas tenaga pendidik dan pengelolanya merupakan putra-putri Bulungan.

Ke depan, para sarjana yang dihasilkan tidak hanya berperan sebagai lulusan akademik, tetapi juga diharapkan menjadi pendamping pembangunan desa melalui sinergi lintas sektor dan pendekatan program madya.

“Tujuannya agar keberadaan sarjana benar-benar memberi dampak nyata bagi desa,” katanya.

Syarwani menargetkan dalam kurun waktu empat tahun ke depan seluruh desa dan kelurahan di Bulungan telah memiliki sarjana pendamping pembangunan. Totalnya mencapai 81 orang.

Menurutnya, program tersebut menjadi fondasi penting dalam menyiapkan masa depan Bulungan.

Namun, ia mengakui tantangan pembangunan SDM saat ini cukup besar, terutama dalam menyesuaikan pola pembinaan dengan karakter generasi muda.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan paradigma lama. Pembangunan SDM harus menyesuaikan dengan pola pikir dan kebutuhan generasi hari ini,” pungkasnya. (Ramlan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....