Simak Tujuh Cara Hadapi Cyberbullying di Media Sosial
- 18 Nov 2025 13:45 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Cyberbullying masih menjadi salah satu tantangan besar di ruang digital, terutama bagi anak dan remaja. Pemateri pelatihan Literasi Digital dari Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi, Supriyadi, mengingatkan pentingnya kesiapan mental serta langkah yang tepat saat menghadapi perundungan di dunia maya.
Supriyadi menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan korban adalah tetap tenang dan tidak membalas komentar atau pesan bernada merundung. Menurut dia, respons emosional justru dapat memperpanjang masalah dan membuat situasi semakin rumit. Ia menegaskan, mengelola emosi merupakan kunci awal dalam menghadapi tekanan di ruang digital.
Korban juga disarankan untuk menyimpan bukti seperti tangkapan layar, pesan, atau komentar yang diterima. Bukti-bukti tersebut dapat berguna jika kasus harus dilaporkan ke platform media sosial, keluarga maupun ke pihak berwenang. Selain itu, korban diimbau memanfaatkan fitur pemblokiran dan pelaporan yang tersedia di setiap platform agar pelaku tidak dapat kembali menghubungi.
Jika korban merupakan anak-anak, langkah pelaporan sebaiknya dilakukan segera kepada orang dewasa di sekitar mereka, seperti orang tua, guru, atau pihak sekolah. “Pendampingan dari orang dewasa penting agar anak tidak menghadapi tekanan psikologis seorang diri,” ujar Supriyadi.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan emosional bagi korban. Bercerita kepada teman, keluarga, atau konselor dapat membantu meringankan beban dan mengurangi dampak psikologis dari perundungan daring.
Jika konten yang diterima mengandung unsur pidana, seperti ancaman atau pencemaran nama baik, korban dapat melaporkannya ke kepolisian atau lembaga terkait. Menurut Supriyadi, pelaporan resmi merupakan upaya penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus melindungi korban.
Di sisi lain, membangun kepercayaan diri dan menguatkan kontrol diri juga menjadi bagian penting dalam pemulihan. “Jangan biarkan komentar negatif mendefinisikan siapa diri kita. Fokus pada hal-hal positif yang kita miliki,” kata Supriyadi.
Ia berharap masyarakat semakin memahami langkah-langkah menghadapi cyberbullying sehingga ruang digital dapat menjadi tempat yang lebih aman, sehat, dan produktif. (*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....