Operasi Plastik Pertama Dunia: Bermula Dari Medan Perang
- 30 Sep 2025 12:49 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Operasi plastik kini identik dengan perbaikan penampilan. Tapi tahukah Anda? Prosedur medis ini bermula dari kebutuhan yang jauh lebih mendesak yakni menyelamatkan dan memulihkan tubuh manusia dari luka parah akibat perang. Sejarah mencatat, operasi plastik pertama di dunia bukan soal estetika, melainkan tentang bertahan hidup.
Jejak awal operasi plastik dapat ditelusuri hingga ribuan tahun lalu di India Kuno, sekitar abad ke-6 sebelum masehi.
| Baca juga: Deretan Krisis Ekonomi di Dunia |
Seorang tabib bernama Sushruta, yang kini dianggap sebagai "Bapak Bedah Plastik," mendokumentasikan teknik rekonstruksi hidung dalam teks medis kuno bernama Sushruta Samhita. Saat itu, mutilasi hidung adalah hukuman umum bagi pelaku kriminal, sehingga metode rekonstruksi sangat dibutuhkan.
Namun, dalam konteks bedah plastik modern, tonggak sejarah besar terjadi pada awal abad ke-20. Sir Harold Gillies, seorang dokter asal Selandia Baru yang bekerja di Inggris, dianggap sebagai pelopor bedah plastik modern.
Ia mengembangkan teknik rekonstruksi wajah bagi para tentara Inggris yang terluka parah akibat Perang Dunia I, khususnya mereka yang mengalami kerusakan wajah akibat tembakan atau ledakan.
Pada tahun 1917, Gillies melakukan salah satu operasi plastik pertama yang terdokumentasi secara sistematis, terhadap seorang prajurit bernama Walter Yeo, yang kehilangan sebagian besar wajahnya. Menggunakan metode tubed pedicle flap, Gillies memindahkan jaringan kulit untuk membentuk kembali bagian wajah pasiennya. Teknik ini menjadi dasar bagi banyak prosedur bedah plastik di masa depan.
Kini, bedah plastik telah berkembang pesat dan mencakup berbagai prosedur, mulai dari rekonstruksi pasca-kanker hingga operasi kosmetik. Namun, sejarah panjangnya menunjukkan bahwa pada dasarnya, operasi plastik adalah tentang pemulihan martabat manusia, bukan sekadar perubahan penampilan. RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....