Lipstik: Dari Simbol Status hingga Ikon Kecantikan
- 29 Sep 2025 20:51 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Lipstik, salah satu produk kosmetik paling populer di dunia, ternyata memiliki sejarah panjang yang membentang ribuan tahun. Tak sekadar alat rias, lipstik pernah menjadi simbol status sosial, kekuasaan, bahkan pemberontakan.
Jejak pertama lipstik dapat ditelusuri ke peradaban Mesopotamia sekitar 5.000 tahun yang lalu. Saat itu, perempuan—dan bahkan laki-laki—menghancurkan batu mulia untuk menghias bibir mereka. Di Mesir kuno, Ratu Cleopatra dikenal menggunakan lipstik berwarna merah menyala yang terbuat dari kumbang dan semut yang dihancurkan, dicampur dengan bahan alami lainnya.
Pada abad pertengahan di Eropa, lipstik sempat dianggap tabu oleh Gereja dan dikaitkan dengan sihir. Namun, pada era Ratu Elizabeth I di Inggris, lipstik kembali populer sebagai simbol aristokrasi—dipadukan dengan wajah yang dipucatkan.
Memasuki abad ke-20, lipstik mulai diproduksi secara massal dan menjadi simbol emansipasi perempuan. Di masa perang dunia, lipstik merah justru dianggap sebagai bentuk semangat dan keberanian. Kini, lipstik hadir dalam beragam warna dan bentuk, menjadi bagian dari ekspresi diri yang universal.
Dari zaman kerajaan hingga era modern, lipstik telah mengalami perjalanan panjang lebih dari sekadar riasan, benda ini mencerminkan budaya, sejarah, dan pergeseran nilai-nilai sosial.RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....