Cegah Punahnya Bahasa Daerah Dengan Buku Cerita
- 31 Jul 2025 10:55 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia menyatakan 11 bahasa daerah di Indonesia sudah mengalami kepunahan, karena tidak ada lagi penutur bahasa daerah tersebut. Kepunahan bahasa daerah ini karena para penuturnya tidak lagi menggunakan dan mewariskan bahasa daerah ke anak cucunya.
Dengan alasan ini yang dilandasi juga rasa keprihatinan akan punahnya bahasa daerah di Kalimantan Utara. Dalam satu obrolan Budaya RRI Net terungkap seorang pegiat literasi di Kota Tarakan Dharmawati S.Pd.,M.Si atau Kak De mengarang buku cerita untuk anak berbahasa daerah.
Hal ini didasi atas keprihatinan atas ketiadaan kemampuan berbahasa daerah anaknya, padahal ia orang Berau dan suaminya orang Jawa, hal ini terjadi karena anak-anaknya hanya berbahasa Indonesia baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Ia tidak ingin bahasa daerah nasibnya seperti bahasa Sansekerta bahasa yang hanya dituturkan dan diajarkan pada kalangan tertentu saja yang pada akhirnya punah.
Ide mengajarkan bahasa daerah melalui buku cerita karena mengikuti psikologis anak yang suka berimajinasi, suka gambar dan menyenangkan.
Buku cerita yang ia karang menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa daerah dan Bahasa Indonesia. Bahasa daerah yang digunakan seperti ahasa Berau, Tidung, Bulungan dan Dayak Kenyah.
Dengan demikian diharapkan buku berbahasa daerah ini yang sasarannya generasi muda atau anak-anak bisa mencegah punahnya bahasa daerah dan melestarikan bahasa khususnya bahasa-bahasa yang berada di Kalimantan Utara. (Gode Permana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....