Membangun Tradisi Literasi Lewat Gerakan Literasi Sekolah

  • 04 Mei 2025 10:40 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Dalam membangun tradisi literasi, sekolah mempunyai peranan penting dalam menumbuhkan tingkat literasi anak. Dalam Dialog Sapa Kaltara, Dr. Dwi Cahyono menjelaskan gerakan literasi sekolah sebagai ikhtiar yang dilakukan lembaga pendidikan di Kota Tarakan dalam membangun tradisi literasi bagi siswa-siswi di sekolah.

"Sekolah punya dasar untuk membuat tradisi baru," ungkap Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Borneo Tarakan ini.

Membangun kebiasaan lewat gerakan literasi sekolah menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis siswa di sekolah. Seperti yang tertulis dalam laman disdik.tarakan.go.id, yang menyebut gerakan literasi digalakkan guna menggugah literasi dalam hal membaca dan menulis.

Gerakan literasi ini dapat mencakup berbagai macam aktivitas yang melibatkan siswa, guru, dan bahkan orang tua dalam mendukung pengembangan kebiasaan literasi yang positif.

"Misalnya sebelum masuk (kelas) itu ada (aktivitas) membaca ya. Mereka baca buku selama 15 menit," ungkap Dwi.

Sebagai sebuah gerakan, Gerakan Literasi Sekolah tidak luput dari hambatan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dinda Riswani, mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, ia menulis berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses membangun tradisi literasi di SDN 002 Tarakan.

"Faktor penghambat dalam implementasi gerakan literasi yang ada di SDN 002 tarakan ada dua yaitu faktor internal seperti kurangnya minat baca siswa serta guru yang kurang literat dan faktor eksternal seperti suasana yang kurang mampu menciptakan budaya baca serta kurangnya daya dukung dari masyarakat."

Sekolah sebagai rumah kedua dalam membangun tradisi literasi memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kebiasaan literasi yang kuat pada anak-anak. Dengan menciptakan lingkungan literasi yang mendukung, menyediakan berbagai kesempatan untuk membaca dan menulis, serta melibatkan orang tua dan berbagai elemen masyarakat, sekolah dapat memfasilitasi perkembangan literasi yang mendalam dan berkelanjutan bagi siswa.

"Jadi memang butuh proses. Habit ini harus kita lakukan berulang-ulang sehingga nanti di suatu saat gitu ya, kita sudah merasa bahwa ini adalah memang kebutuhan kita," imbuh Dwi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....