TikTok Music Di Indonesia Dihapus, Ini Penjelasan Pihak ByteDance
- 02 Okt 2024 13:45 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: TikTok Music, aplikasi streaming musik besutan ByteDance, akan menutup layanannya di Indonesia dan sejumlah negara lainnya pada 28 November 2024. Penutupan ini diumumkan langsung oleh TikTok Music di website resminya. TikTok Music merupakan layanan pesaing Spotify dan YouTube Music dari ByteDance yang diluncurkan pada Juli 2023. Selain di Indonesia, TikTok Music juga tersedia di Brasil, Australia, Singapura, dan Meksiko.
Pengguna masih bisa menikmati layanan TikTok Music hingga 28 November 2024. Setelah tanggal tersebut, akses ke TikTok Music termasuk login, langganan, dan fungsi lainnya tidak akan tersedia lagi dan langganan akan otomatis dibatalkan. Pengguna TikTok Music yang ingin memindahkan playlist-nya ke aplikasi streaming lain diberikan waktu hingga 28 Oktober 2024, dan yang ingin meminta pengembalian dan atau refund harus mengajukannya sebelum 28 November. Informasi akun dan data pribadi pengguna akan langsung dihapus setelah TikTok Music ditutup.
Ke depannya, TikTok akan tetap bermitra dengan layanan streaming musik lain. Pada bulan Februari lalu, aplikasi milik ByteDance ini meluncurkan fitur 'Add to Music' yang memungkinkan pengguna menambahkan lagu yang mereka temukan di TikTok ke playlist di Apple Music, Amazon Music, atau Spotify.
"Fitur Add to Music kami sudah memungkinkan ratusan juta lagi disimpan ke playlist di layanan musik mitra," kata Global Head of Music Business Development TikTok Ole Obermann dalam keterangan resminya.
TikTok Music berakar dari produk ByteDance lainnya bernama Resso. Layanan streaming musik ini pertama kali diluncurkan di Indonesia dan India pada tahun 2019 dan kemudian diperluas ke Brasil. Pada tahun 2023, ByteDance mengubah nama Resso menjadi TikTok Music di Brasil dan India. Layanan TikTok Music kemudian diperluas ke Singapura, Australia, dan Meksiko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....