Bupati Tegaskan Hari Kesaktian Pancasila Tak Cukup Diperingati

  • 01 Okt 2026 19:07 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), tidak sekadar menjadi agenda seremonial.

Bupati Bulungan Syarwani menegaskan nilai-nilai Pancasila harus terus dijaga dan diwujudkan melalui sikap, pengabdian, serta pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Ini bagian dari komitmen dan wujud cinta kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kita berikan kepada para pahlawan bangsa dan negara,” tegas Syarwani saat memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di SMP Negeri 3 Jelarai, Kamis (1/10/2026).

Peringatan tersebut dilanjutkan dengan ziarah dan penghormatan kepada para pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Telabang Bangsa. Kegiatan diikuti Wakil Bupati Bulungan Kilat, unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, ASN, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Menurut Syarwani, perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara tidak boleh berhenti sebatas catatan sejarah.

Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut melalui pengabdian nyata. “Perjuangan para pahlawan jangan hanya kita kenang. Nilai perjuangan itu harus kita teruskan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam pembangunan di Kabupaten Bulungan.

Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian fisik, tetapi juga harus memperkuat persatuan, keadilan dan kesejahteraan masyarakat. “Tugas kita hari ini, pemerintah daerah dan kita semua, wajib melanjutkan cita-cita dan perjuangan seluruh pahlawan bangsa untuk mengisi pembangunan, khususnya di Kabupaten Bulungan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan menjaga nilai Pancasila semakin kompleks.

Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi membuat masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mudah menerima berbagai informasi dan pengaruh dari luar.

“Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya informasi, kita harus semakin kuat memegang nilai-nilai Pancasila. Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat kita kehilangan jati diri sebagai bangsa,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat tidak menjadikan Pancasila hanya sebagai simbol yang diperingati setiap tahun.

Nilai persatuan, gotong royong, toleransi dan kecintaan terhadap bangsa harus diwujudkan dalam kehidupan sosial maupun dalam pelaksanaan pemerintahan.

“Pancasila harus hadir dalam tindakan kita. Bukan hanya diucapkan atau diperingati, tetapi benar-benar diamalkan. Itu bentuk penghormatan yang nyata kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. (rln/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....