Kaltara Gandeng Australia, Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris dan Vokasi

  • 29 Sep 2026 11:48 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat sektor pendidikan dengan menggandeng Australia untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris dan memperkuat pendidikan vokasi.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi bersama Briton English Education, Senin (28/9/2026).

“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan MoU. Kita ingin program yang benar-benar nyata, terukur, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh sekolah, guru, dan peserta didik di Kaltara,” tegas Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang.

Kerja sama melibatkan Pemprov Kaltara, Kedutaan Besar Australia, Austrade (Komisi Perdagangan dan Investasi Australia di Indonesia), serta Briton English Education di bawah naungan PT Cahaya Rahmat Edukasi.

Menurut Zainal, kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kaltara. “Kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah. Ini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda, terlebih Kaltara berada di wilayah perbatasan dan memiliki posisi strategis dalam hubungan dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Dalam kesepakatan tersebut, terdapat dua fokus utama, yakni fasilitasi Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) dan pengembangan sekolah unggulan, serta fasilitasi kerja sama sekolah berskala internasional melalui program sister school di Kaltara.

“Program ini harus mampu meningkatkan kapasitas sekolah dan guru. Bukan hanya kemampuan berbahasa Inggris peserta didik, tetapi juga metodologi pengajaran, kualitas tenaga pendidik, dan sistem pembelajaran yang memenuhi standar,” kata Zainal.

Program SBI mencakup pemetaan kompetensi, pengembangan metodologi pengajaran guru berstandar Cambridge English, trainer development, hingga quality assurance. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris sekaligus membangun wawasan dan kepercayaan diri peserta didik.

“Bahasa Inggris harus dibiasakan, bukan hanya dipelajari di ruang kelas. Kita bisa melihat contoh di Bali atau Kampung Inggris Pare di Kediri, di mana bahasa Inggris digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pola seperti ini perlu kita dorong agar anak-anak lebih terbiasa dan percaya diri menggunakannya,” jelasnya.

Selain peningkatan kompetensi bahasa Inggris, kerja sama juga menyasar pengembangan pendidikan vokasi. Zainal menegaskan pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri yang terus berubah. “Pendidikan vokasi tidak boleh berjalan sendiri tanpa melihat kebutuhan industri. Lulusan harus memiliki keterampilan teknis yang relevan dan benar-benar siap menghadapi dunia kerja,” tegasnya.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak terkonsentrasi pada sekolah atau wilayah tertentu, tetapi memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi satuan pendidikan di seluruh Kaltara.

“Kita ingin manfaat kerja sama ini dirasakan secara merata oleh sekolah, guru, dan peserta didik di seluruh Kaltara. Dengan pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang relevan, dan kemampuan bahasa internasional yang baik, generasi muda Kaltara harus mampu mengambil peran dalam pembangunan dan bersaing di tingkat global,” pungkasnya. (rln/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....