Penanganan Anak Berjualan Perlu Dikaji
- 10 Sep 2026 19:27 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN - Meskipun sudah dilakukan penanganan terhadap anak yang berjualan baik di jalan protokol maupun pada fasilitas publik, namun fenomena tersebut masih kerap terjadi.
Terbukti dari unggahan video yang viral di media sosial, menampakkan beberapa anak berjualan di terminal Pelabuhan Tengkayu I Tarakan sehingga mendapat teguran dari petugas keamanan setempat.
Menanggapi temuan itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, Arbain, menjelaskan sebenarnya persoalan anak secara spesifik berada di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Namun diakui juga kalau pihaknya memiliki tanggung jawab.
Menurutnya penanganan anak yang berjualan, pihaknya tidak bisa langsung menilai sebagai pelanggaran, melainkan harus dilakukan pemanggilan dan asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui latar belakangnya.
Sepanjang anak tersebut tetap bersekolah, aktivitas berjualan untuk membantu ekonomi keluarga tidak menjadi masalah. Namun menjadi persoalan jika berjualan dilakukan di jam sekolah. "Jadi baru kita bisa melakukan tindakan gitu ya. Artinya anak itu harus kita panggil, kita tanya. Diasesmenlah intinya. Apa, kenapa, apa persoalannya," ujar Arbain, Kamis (10/9/2026).
"Sepanjang dia sekolah, dia juga belajar, enggak ada masalah saya rasa kalau dia berjualan. Terkecuali kalau dia berjualan di jam sekolah misalnya begitu ya," sambungnya.
Ia juga mendorong pengelola pelabuhan ikut mengedukasi dan melarang anak-anak berjualan di kawasan pelabuhan.
Terkait akses pendidikan bagi warga kurang mampu, Arbain menyebut selain sekolah negeri yang memiliki kuota khusus, pemerintah pusat juga telah menyediakan program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi warga miskin dan miskin ekstrem kategori Desil 1 dan Desil 2.
"Kalau di kita, di Dinas Sosial itu Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat itu yang memang diperuntukkan untuk warga miskin, ekstrim, dan miskin. Di desil 1 dan 2 itu," tutur mantan Kepala DP2KA ini.
Dengan adanya program tersebut, ditegaskan sudah tidak ada alasan bagi anak di Tarakan untuk tidak bersekolah. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....