Gubernur Dorong Kerja Sama Dagang dan Investasi Kaltara-Jatim

  • 10 Sep 2026 16:37 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemprov Jawa Timur (Jatim) memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi melalui Forum Temu Bisnis Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (8/9/2026).

Forum tersebut menjadi ruang untuk memperluas jaringan usaha, membuka peluang investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi antara Kaltara dan Jatim. Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyambut langsung kedatangan Gubernur Jatim, Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., beserta jajaran Pemprov Jatim dan para pelaku usaha.

Ia mengapresiasi kembali terlaksananya misi dagang antara kedua daerah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama serupa yang pernah digelar di Tarakan pada Maret 2023. “Kerja sama antardaerah seperti ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Zainal.

Seluruh Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani, baik antar pemerintah daerah, antar-BUMD, maupun asosiasi pelaku usaha, diminta tidak berhenti pada seremoni. Setiap kesepakatan diharapkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

Dalam forum tersebut, Kaltara menawarkan sejumlah peluang investasi pada sektor perikanan, perkebunan, pertambangan, energi dan industri. Berbagai komoditas unggulan seperti kepiting bakau, kepiting soka, udang windu, rumput laut, sawit, kakao, kopi, lada, kelapa, kayu legal dan rotan murai juga didorong untuk dikembangkan melalui proses hilirisasi.

Zainal menyampaikan, komoditas Kaltara perlu diolah lebih lanjut di dalam daerah agar memiliki nilai tambah dan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah. “Komoditas unggulan Kaltara harus didorong masuk ke proses hilirisasi, pengolahan, dan perluasan pasar. Kami juga membutuhkan dukungan Jatim untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan, pupuk, bibit, produk industri dan bahan bangunan,” jelasnya.

Selain perdagangan, Zainal turut menyoroti pentingnya efisiensi biaya logistik melalui optimalisasi muatan arus balik Tol Laut rute Surabaya–Tarakan. Kapal yang membawa kebutuhan dari Jawa diharapkan dapat kembali membawa komoditas unggulan Kaltara ke pasar Jawa. Langkah tersebut dinilai dapat menekan biaya logistik sekaligus memperlancar distribusi barang antara kedua wilayah.

Ia juga mengajak investor dan pelaku usaha Jatim memanfaatkan peluang investasi di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Bulungan. Potensi energi hijau Kaltara dapat dipadukan dengan kekuatan industri manufaktur Jatim dalam membangun rantai pasok dan ekosistem industri yang lebih kuat.

“Kalau Jawa Timur dan Kalimantan Utara saling menguatkan, manfaatnya bukan hanya untuk kedua daerah, tetapi juga untuk memperkuat ekonomi nasional,” pungkasnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P., serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltara. (Esti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....