BEF 2026, Wagub Dorong Percepatan Hilirisasi dan Investasi

  • 04 Agt 2026 18:37 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, menegaskan masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Melalui Benuanta Economic Forum (BEF) 2026 yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (4/8/2026), pemerintah mendorong percepatan transformasi ekonomi berbasis hilirisasi, investasi, dan penguatan ketahanan pangan.

Forum yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia (BI), pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi daerah yang lebih adaptif dan berdaya saing.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagub Ingkong bersama Kepala Perwakilan BI Kaltara, Agus Taufik, sekaligus peluncuran website Siap SiGapKU sebagai instrumen pendukung pengendalian inflasi dan neraca pangan daerah.

Dalam sambutannya, Ingkong memberikan apresiasi kepada BI Perwakilan Kaltara yang secara konsisten menghadirkan laporan perekonomian daerah sebagai rujukan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan Agus Taufik semakin memperkuat kolaborasi antara BI dan Pemerintah Provinsi Kaltara. "Kami menyambut hangat kehadiran Bapak di Bumi Benuanta. Semoga kita terus bergandengan tangan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, dan memajukan daerah yang kita cintai ini," jelas Ingkong.

Menurutnya, tekanan ekonomi global akibat perang tarif, terganggunya rantai pasok dunia, hingga ketidakpastian geopolitik memang menjadi tantangan serius. Namun, kondisi tersebut justru harus dijawab dengan langkah-langkah strategis yang mampu mengoptimalkan posisi Kaltara sebagai provinsi perbatasan sekaligus pintu gerbang ekonomi baru di Indonesia.

"Untuk itu potensi besar Kaltara harus diwujudkan melalui percepatan hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan energi hijau, serta pembangunan ekosistem ekonomi digital yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Komitmen Pemprov Kaltara untuk mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas, memperkuat daya saing UMKM, mengakselerasi pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning–Mangkupadi, serta memperluas kerja sama regional maupun internasional guna menarik investasi produktif yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.

Menutup sambutannya, Ingkong meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan hasil diseminasi laporan perekonomian Kaltara sebagai pijakan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

Ia juga mendorong optimalisasi pemanfaatan website Siap SiGapKU sebagai instrumen memperkuat pengendalian inflasi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. "Mari kita bersinergi membangun Kalimantan Utara agar semakin maju, makmur, dan terus tumbuh secara berkelanjutan," tuturnya. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....