Inovasi Harus Terasa, Bukan Sekadar Data: Bulungan Didorong Lebih Nyata Layani Warg

  • 05 Mei 2026 17:35 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Upaya mendorong inovasi di Kabupaten Bulungan tak ingin berhenti sebatas angka dan penghargaan.

Pemerintah daerah kini diingatkan agar setiap terobosan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bulungan, Errin Wiranda, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah 2026 di Gedung PKK Tanjung Selor, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang digelar Bappeda dan Litbang ini melibatkan berbagai unsur, dari perangkat daerah hingga sekolah.

Menurut Errin, perubahan zaman yang begitu cepat menuntut pemerintah tidak lagi bekerja dengan cara-cara biasa.

“Hari ini masyarakat butuh pelayanan yang cepat, mudah, dan jelas. Di situ peran inovasi jadi penting,” ujarnya.

Ia mengingatkan, inovasi bukan sekadar program yang dilaporkan setiap tahun, tetapi harus hadir dalam keseharian masyarakat.

Mulai dari pelayanan administrasi yang lebih sederhana, hingga solusi nyata di tingkat desa.

“Jangan sampai inovasi hanya bagus di laporan, tapi masyarakat tidak merasakan bedanya,” katanya.

Capaian Bulungan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 memang patut diapresiasi.

Untuk pertama kalinya, Bulungan meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif, dengan lonjakan skor dari 58,4 menjadi 72,53. Bahkan, Bulungan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Utara dan menembus peringkat ke-43 nasional.

Namun bagi Errin, capaian itu bukan garis akhir. Justru menjadi tantangan baru agar inovasi yang sudah ada terus dijaga kualitasnya dan dikembangkan lebih luas.

“Prestasi ini jangan membuat kita cepat puas. Justru ini jadi tanggung jawab agar kita bisa lebih baik lagi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja bersama, termasuk dukungan DPRD dalam mendorong regulasi riset dan inovasi daerah. Tanpa itu, inovasi dikhawatirkan sulit berkembang secara berkelanjutan.

Data menunjukkan, keterlibatan berbagai pihak dalam inovasi daerah cukup luas, mulai dari perangkat daerah, puskesmas, kecamatan, hingga komunitas dan desa.

Ini menjadi modal penting untuk memperkuat budaya inovasi di Bulungan.

Di akhir sambutannya, Errin berharap inovasi ke depan tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Yang paling penting itu sederhana, masyarakat merasa terbantu. Kalau itu tercapai, berarti inovasi kita berhasil,” tutupnya. (rln/sti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....