Tembus Kurasi Ketat Sarinah, 30 UMKM Bulungan Resmi Go Nasional

  • 30 Apr 2026 17:58 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Kabupaten Bulungan kembali mencatat lompatan penting dalam pengembangan ekonomi daerah.

Sebanyak 30 produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi dipasarkan di gerai khusus UMKM di Mall Sarinah, Kamis (30/4/2025), dalam rangka Festival Bulungan Berkarya.

Peresmian gerai di lantai 4 Sarinah tersebut dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana, bersama Bupati Bulungan Syarwani dan jajaran pejabat daerah.

Masuknya produk UMKM Bulungan ke Sarinah menjadi bukti daya saing produk lokal. Dari 74 produk yang diajukan, hanya 30 yang berhasil lolos kurasi ketat dengan standar nasional.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas pihak dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Ini adalah bentuk nyata kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai mitra. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga produk UMKM Bulungan bisa hadir dan launching di Sarinah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk.

“Kami ingin produk-produk ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus ditingkatkan kualitasnya agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana memberikan apresiasi terhadap kualitas produk Bulungan, terutama komoditas unggulan seperti cokelat lokal.

“Cokelat Bulungan sangat bagus dan punya peluang besar. Bulungan ini miniatur Indonesia, tinggal bagaimana kita membangun kewirausahaan dan meningkatkan nilai tambah produknya,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem UMKM secara nasional.

Menurut dia, pertumbuhan UMKM dipengaruhi karena kebutuhan serta dibangun secara terencana.

" Yang penting adalah bagaimana kita menciptakan ekosistem yang mendukung mereka naik kelas,” sambungnya.

Terkait proses seleksi, Temmy menegaskan bahwa ketatnya kurasi menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas produk yang masuk ke pasar modern.

“Yang belum lolos bukan berarti tidak bagus, tetapi perlu peningkatan kualitas agar bisa masuk ke pasar seperti Sarinah,” tegasnya.

Di sisi lain, Vice President Business Development and Partnership Sarinah, Diaz menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membuka akses pasar UMKM.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika daerah dan pusat bersinergi, kita bisa memberikan ruang dan kesempatan bagi UMKM untuk berkembang. Kami berharap produk-produk ini tidak hanya dikenal di daerahnya, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sarinah tidak hanya menjadi tempat pemasaran, tetapi juga menyediakan pembinaan bagi UMKM agar terus berkembang.

“Di sini kami siapkan ruang dan ekosistemnya. Ini menjadi awal yang baik dan kami yakin akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi Bulungan, tetapi juga daerah lain,” tambahnya.

Selain produk cokelat, produk khas seperti Kue Haw juga dinilai memiliki potensi besar karena nilai budaya yang kuat dan daya tarik cerita di baliknya, yang menjadi kunci dalam menembus pasar modern.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen pembangunan ekonomi hijau di Kabupaten Bulungan.

Momentum ini menegaskan bahwa UMKM Bulungan tidak lagi hanya bermain di pasar lokal. Dengan kualitas yang terus ditingkatkan dan dukungan kolaborasi, produk-produk tersebut kini mulai menapaki pasar nasional dan membuka peluang menuju pasar global. (rln/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....