Tak Boleh “Kosong Manfaat”, Bulungan Perketat Syarat Investasi
- 20 Apr 2026 14:39 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menegaskan tak ada lagi ruang investasi yang hanya mengeruk keuntungan tanpa memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Setiap kemudahan dan insentif yang diberikan kepada investor dipastikan berbasis kontribusi langsung terhadap daerah.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menegaskan kebijakan insentif tidak diberikan secara cuma-cuma. Pemerintah daerah menerapkan skema selektif dan terukur, dengan indikator utama pada penyerapan tenaga kerja lokal serta efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
“Insentif tidak gratis. Harus ada dampak nyata. Kami ingin investasi yang masuk benar-benar menggerakkan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja, khususnya bagi putra daerah,” tegasnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, perusahaan yang ingin menikmati insentif wajib menunjukkan komitmen konkret, mulai dari memprioritaskan tenaga kerja lokal hingga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai bisnisnya. “Kalau tidak ada keberpihakan ke tenaga kerja lokal dan UMKM, maka insentif itu tidak layak diberikan,” ujarnya.
Tak hanya soal ekonomi, Pemkab juga menggarisbawahi aspek lingkungan sebagai syarat mutlak. Kilat menekankan, investasi yang masuk harus sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem. “Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Ini komitmen yang harus dipenuhi investor,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah menjamin proses perizinan akan berjalan transparan dan akuntabel guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Dengan pendekatan ini, Pemkab Bulungan ingin memastikan arus investasi, termasuk di kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi tidak hanya mendorong angka pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat serta menjaga keseimbangan lingkungan.
“Investasi harus berpihak. Bukan hanya tumbuh di atas kertas, tapi terasa di lapangan,” tutur Kilat. (rln/sti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....