ASN Bulungan Terapkan WFH Berbasis Kinerja

  • 20 Apr 2026 11:08 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kini resmi memulai transformasi budaya kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sistem Work From Home (WFH).

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat guna menciptakan birokrasi yang lebih lincah dan adaptif.

Asisten 1 Setda Bulungan, Jamal, S.H., M.AP., menjelaskan semangat utama dari WFH ini adalah efisiensi. Menurutnya, bekerja dari rumah bukan berarti libur atau bersantai, melainkan memindahkan lokasi kerja tanpa mengurangi produktivitas.

"Dalam tahap awal, sistem ini diterapkan dengan skema 4 hari bekerja di kantor (WFO) dan 1 hari bekerja dari rumah (WFH). Kebijakan ini pertama kali diuji coba secara resmi pada Jumat, 10 April lalu," ujarnya.

Meskipun bekerja dari rumah, pemerintah memastikan pelayanan publik tetap berjalan prima. Tidak semua instansi mendapatkan izin WFH, terutama bagi unit yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Unit kerja seperti rumah sakit, puskesmas, dinas kependudukan dan catatan sipil, kecamatan hingga kelurahan tetap diwajibkan bekerja di kantor. Hal ini untuk menjamin urusan administratif warga tidak terhambat.

"Pengawasan dilakukan secara ketat melalui sistem presensi digital khusus WFH. Para ASN wajib tetap mengaktifkan perangkat komunikasi seperti ponsel dan laptop agar bisa dihubungi sewaktu-waktu oleh pimpinan," tegas Jamal.

Sistem ini juga mengedepankan prinsip reward and punishment. ASN yang berkinerja baik selama WFH akan mendapatkan apresiasi, sementara yang melalaikan tugas akan dijatuhi sanksi disiplin sesuai aturan berlaku.

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setiap dua bulan sekali untuk melihat efektivitas program WFH. Pemkab Bulungan ingin memastikan bahwa transformasi budaya kerja ini benar-benar membawa dampak positif bagi efisiensi birokrasi.

Pemkab Bulungan berharap dapat menjadi pionir dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) di Kalimantan Utara. Transformasi ini dianggap sebagai kebutuhan mendesak di era digitalisasi. (Rst)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....