Pemkot Tinjau Ulang Rekomendasi Penjualan Ayam Beku

  • 14 Mar 2026 13:04 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan: Naiknya harga ayam potong di pasar, menyita perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Kenaikan diduga karena peternak mengurangi produksi ayam akibat khawatir tidak laku lantaran maraknya penjualan ayam beku jelang Idulfitri.

Pemkot Tarakan akan mengevaluasi kembali rekomendasi yang diberikan kepada distributor ayam beku. Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menjelaskan berdasarkan rekomendasi, distributor hanya diizinkan menjual ayam beku di luar Tarakan.

Kalau pun ayam beku dipasok ke Tarakan, lanjut Khairul, hanya untuk memenuhi kebutuhan apabila stok ayam potong lokal berkurang. Selama tercukupi, ayam beku lebih diprioritaskan dijual ke luar Tarakan.

"Sesuai rekomendasinya sebenarnya mereka untuk menjual keluar wilayah Tarakan bukan di Tarakan ini nanti kami akan melihat lagi rekomendasinya, saya kira dari dinas ketahanan pangan dan pertanian dilihat dengan teliti rekomendasinya," ujarnya kepada awak media, Jumat (13/3/2026).

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Tarakan ini juga mengungkapkan sebenarnya produksi peternak lokal mampu mencukupi kebutuhan ayam di Tarakan. Namun karena banyaknya ayam beku beredar, membuat peternak mengurangi produksi agar tidak merugi.

Sepengetahuannya ada dua distributor ayam beku di Tarakan. Tetapi bisa saja ayam beku dipasok tidak melalui distributor. Sebab Tarakan rawan masuknya barang ilegal karena banyaknya jalur tidak resmi.

"Lewat laut kan mudah dipantau. Yang tidak bisa dikontrol itu biasanya lewat jalur tidak resmi," tutur Khairul. (Rajab/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....