Rahmawati Dorong Kendaraan Listrik Terjangkau di Kaltara
- 25 Sep 2026 00:09 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pengembangan kendaraan listrik nasional dinilai tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan jumlah kendaraan. Akses masyarakat terhadap produk yang terjangkau, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, hingga faktor keselamatan juga perlu menjadi perhatian, terutama bagi daerah dengan kondisi geografis seperti Kalimantan Utara.
Anggota Komisi VII DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, S.H., menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional, Senin (21/9/2026).
Menurut Rahmawati, penggunaan kendaraan listrik di Kaltara saat ini memang belum berkembang luas. Namun, kendaraan berbasis listrik berpotensi menjadi pilihan masyarakat di masa mendatang sehingga berbagai kebutuhan pendukungnya perlu dipersiapkan sejak awal.
“Di Kaltara kendaraan listrik seperti mobil dan motor listrik belum booming, tapi mungkin ke depan akan jadi pilihan masyarakat,” kata Rahmawati.
Rahmawati menilai persoalan harga menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik.
Menurutnya, produk kendaraan listrik yang tersedia di pasaran perlu mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat di daerah. Kendaraan listrik diharapkan tidak hanya dapat dijangkau kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi tertentu, tetapi juga membuka peluang bagi petani, pelaku UMKM hingga masyarakat berpenghasilan rendah.
Artinya, transformasi menuju kendaraan listrik perlu dibarengi dengan upaya memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
Selain harga, kesiapan infrastruktur pengisian daya juga menjadi perhatian.
Rahmawati mengingatkan agar pertumbuhan jumlah kendaraan listrik tidak berjalan lebih cepat dibandingkan pembangunan fasilitas pengisian daya, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Kesiapan infrastruktur pengisian daya atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga harus disiapkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, ketersediaan fasilitas pengisian menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Jangan sampai masyarakat sudah memiliki kendaraan listrik, tetapi kesulitan menemukan lokasi pengisian ketika melakukan perjalanan.
“Selain harga dan charger, aspek keamanan kendaraan juga menjadi perhatian. Pengembangan kendaraan listrik pun harus memastikan produk yang beredar memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.
Rahmawati juga menyoroti karakter geografis Kalimantan Utara yang berbeda dengan sejumlah daerah lain.
Kaltara tidak hanya memiliki kawasan perkotaan seperti Tarakan dan Tanjung Selor, tetapi juga wilayah pedalaman, kepulauan hingga kawasan perbatasan. Jarak antardaerah yang relatif jauh menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam merancang ekosistem kendaraan listrik.
Kondisi tersebut membuat pengembangan kendaraan listrik di Kaltara membutuhkan perencanaan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Menurut Rahmawati, kesiapan ekosistem kendaraan listrik bukan hanya berbicara mengenai kendaraan yang dijual kepada masyarakat, tetapi juga bagaimana memastikan infrastruktur pendukung, aspek keselamatan, serta aksesibilitasnya dapat mengikuti kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Dengan demikian, pengembangan kendaraan listrik di Kaltara diharapkan tidak berhenti pada pertumbuhan pasar di kawasan perkotaan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman, kepulauan dan perbatasan. (CRZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....