BPJS dan RSD Diminta Lebih Peka ke Pasien
- 08 Apr 2025 21:25 WIB
- Tarakan
KBRN, Tanjung Selor : DPRD Bulungan meminta pihak BPJS serta Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo untuk lebih peka terhadap kebutuhan pasien.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Bulungan, Riyanto saat melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, bersama beberapa anggota DPRD pada, Selasa (8/4/2025).
Menurut Riyanto, adanya penyakit yang tidak di tanggung oleh BPJS harusnya secara masif di sosialisasikan. Seperti yang terjadi dalam video viral beberapa waktu lalu.
"Memang ada beberapa penyakit yang tidak di tanggung BPJS. Ini seharusnya di sosialisasikan kepada masyarakat. Jadi memang manajemen rumah sakit dan BPJS harus lebih peka agar tidak terjadi kesalahpahaman," katanya.
Berdasarkan hasil sidak yang dilakukannya, video viral beberapa lalu mengenai pasien yang tidak dilayani BPJS diakuinya hanya kesalahpahaman.
Untuk itu, ia meminta kepada jajaran BPJS dan rumah sakit agar dapat lebih peka terhadap apa yang menjadi kebutuhan daripada masyarakat.
"Kalau kejadian itu (video pasien tidak ditanggung BPJS) hanya miss komunikasi saja. Mudah-mudahan kedepan pelayanan kesehatan di Bulungan bisa lebih baik lagi," ujarnya.
Sementara itu, Dirut RSD dr. H. Soemarno Sosroatdmojo Tanjung Selor, dr. Widodo Darmo mengaku jika video viral tersebur murni kesalahpahaman.
Meski begitu, ia tetap meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kejadian pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya.
"Kejadian kemarin memang murni kesalahpahaman saja. Tapi kami tetap meminta maaf atas ketidak nyamanan atas pelayanan kami," bebernya.
Ia juga memberikan klarifikasi terkait adanya pasien yang tidak di tanggung oleh BPJS. Menurutnya, pihaknya telah menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya.
Bahkan, lanjut dia, tenaga kesehatan (nakes) akan menyampaikan kepada keluarga bahwa penyakit pasien tersebut tidak bisa ditanggung BPJS.
"Tetapi, keluarga pasien tidak mau mendengarkan penjelasan dari tenaga kesehatan, hingga akhirnya viral di media sosial," ujarnya.
Ia pun tak menyangka jika kejadian itu berbuntut panjang hingga viral di media sosial.
Meski begitu, pihaknya tetap terus berkomitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Bumi Tenguyun.
"Mudah-mudahan kejadian seperti ini menjadi titik awal untuk meningkatkan lagi layanan kesehatan kita. Semoga kedepan ada pertemuan antara kami bersama BPJS serta stakeholder terkait untuk layanan kesehatan ini. Karena kita juga tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi," pungkasnya. (Ramlan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....