Kementerian Ketenagakerjaan Ungkap Rahasia Lolos Seleksi CV dengan Teknologi AI

  • 06 Agt 2026 09:46 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyelenggarakan webinar bertajuk "Cracking the ATS with AI Analysis: Membedah dan Memperbaiki CV Anda Menggunakan Kacamata Robot AI".

Acara ini bertujuan membekali para pencari kerja dengan strategi jitu menghadapi sistem seleksi otomatis yang kini lazim digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Di tengah pasar kerja yang kompetitif akibat disrupsi teknologi, pemahaman mengenai sistem Applicant Tracking System (ATS) menjadi kunci utama agar Curriculum Vitae (CV) tidak langsung gugur di tahap seleksi administrasi.

Narasumber utama webinar, Widiasih Diana Ratri, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa saat ini banyak perusahaan menggunakan mesin berbasis AI untuk menyaring ribuan pelamar kerja agar proses rekrutmen lebih efisien. Penggunaan ATS ini bertujuan meminimalisir kesalahan dan memberikan peluang penilaian yang lebih objektif bagi para kandidat.

"Kalau dulu zaman saya awal-awal bekerja, saya me-review CV itu cuma diberi waktu 15 sampai 30 detik untuk me-review apakah CV sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan perusahaan," ungkap Widiasih.

Namun kini, teknologi sangat membantu rekruter mengatasi kelelahan akibat menyortir dokumen dalam jumlah besar. "Kalau yang daftar ribuan, mata kami sudah tidak lagi lelah melihat CV-CV sehingga kami bisa lebih nyaman menggunakan mesin," tambahnya.

Agar CV dapat terbaca dengan optimal oleh sistem ATS, pelamar ditekankan untuk menggunakan format yang sederhana dan standar. Widiasih menyarankan penggunaan jenis huruf (font) yang umum seperti Calibri, Arial, atau Times New Roman serta menghindari penggunaan tabel, kolom yang rumit, atau simbol-simbol grafis yang justru dapat membingungkan mesin pemindai.

Dokumen juga sebaiknya disimpan dalam format PDF agar pemrosesan data oleh sistem menjadi lebih ringan. "Gunakan jenis dokumen PDF supaya yang pertama ETS-nya memprosesnya ringan, kemudian juga memudahkan ETS untuk membaca data," jelas Widiasih mengenai pentingnya standarisasi format dokumen.

Strategi lain yang tidak kalah krusial adalah mencocokkan kata kunci (keywords) dalam CV dengan deskripsi pekerjaan (job description) yang dilamar. Kemnaker mengingatkan para pelamar kerja untuk meriset kualifikasi minimal yang diminta perusahaan dan melakukan penyesuaian spesifik atau tailoring pada setiap lamaran.

Dalam sambutannya, Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker, Isnarti Hasan, menekankan agar pelamar tidak hanya fokus pada daftar tugas masa lalu. "Jangan hanya tulis apa yang kita lakukan atau apa yang sudah kita lakukan, tetapi sebaiknya kita tulis apa yang kita hasilkan karena CV adalah brosure bukan sejarah hidup," tegas Isnarti.

Dalam sesi tersebut, dibedah pula beberapa mitos mengenai ATS, termasuk anggapan bahwa mesin AI secara otomatis menolak CV tanpa campur tangan manusia. Faktanya, ATS berfungsi sebagai alat bantu scoring dan penyaring awal.

Widiasih meluruskan bahwa sebagian besar ATS masih bekerja berdasarkan kecocokan kata kunci dan keputusan akhir seringkali tetap melibatkan penilaian rekruter secara manual. Rekruter juga memperingatkan bahaya melakukan keyword stuffing atau menjejali CV dengan kata kunci secara berlebihan.

"Jangan juga menjejali karena tadi sudah ada, oh karena diulang-ulang ETS itu harus ada keyword-nya semua. Keyword yang ada di Jobdes dimasukkan ini juga jangan, jangan itu bahaya ya," imbau Widiasih.

Di akhir, Isnarti Hasan mengingatkan para pencari kerja untuk menjaga mentalitas positif meskipun sering menghadapi penolakan. Ia menganalogikan tantangan di dunia kerja sebagai proses penempaan diri.

"Logam paling kuat itu diciptakan dari tempaan api yang paling panas dan pukulan palu yang berkali-kali. Anda yang hari ini berkali-kali ditolak sebenarnya sedang ditempah menjadi profesional yang paling tangguh," ujar Isnarti memberikan motivasi.

Melalui kegiatan ini, Kemnaker berharap para pencari kerja nasional memiliki bekal praktis untuk menyusun CV yang profesional sehingga dapat meningkatkan peluang lolos seleksi dan memperoleh pekerjaan impian mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....