Kemenaker Dorong Pencari Kerja Kuasai Green Skills
- 30 Jun 2026 00:23 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia melalui Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan webinar bertajuk "Sustainability Reporting & ESG: Kompetensi Baru yang Dicari Industri Modern".
Acara ini bertujuan untuk membekali para pencari kerja dan profesional dengan strategi menghadapi pasar tenaga kerja global yang kini semakin kompetitif serta bergerak ke arah industri hijau.
Dalam sambutannya, Plt. Dirjen Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Estiarti Haryani S.Pt., M.T., menekankan bahwa persiapan memasuki dunia kerja adalah fondasi penting bagi kesuksesan karier seseorang.
Ia menyoroti berbagai tantangan saat ini, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga fenomena mismatch atau ketidaksesuaian kompetensi antara pencari kerja dengan syarat jabatan yang dibutuhkan industri. "Kesuksesan adalah ketika persiapan bertemu dengan kesempatan. Jangan hanya menunggu kesempatan itu datang, tetapi siapkan diri sebaik mungkin agar saat kesempatan muncul, kita siap untuk meraihnya," ujar Estiarti dalam webinar tersebut.
Diingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan terus aktif meningkatkan nilai diri, misalnya dengan mengambil kursus atau proyek sukarela, agar tidak ada celah kosong dalam riwayat hidup (curriculum vitae) saat menunggu panggilan kerja.
Narasumber utama, Ir. Rinaldi Agusyana, MBA., menjelaskan bahwa kompetensi terkait ESG (Environmental, Social, and Governance) dan laporan keberlanjutan (sustainability reporting) kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan standar baru yang dicari oleh perusahaan besar. Hal ini sejalan dengan peta jalan pemerintah melalui Bappenas yang menargetkan transisi menuju ekonomi hijau dan ekonomi sirkular pada periode 2025-2045.
Rinaldi mendefinisikan green job atau pekerjaan hijau sebagai peran yang berkontribusi pada pelestarian atau pemulihan lingkungan. Menariknya, bahwa kompetensi hijau tidak hanya terbatas pada lulusan teknik atau lingkungan saja. Setiap fungsi dalam perusahaan, mulai dari manajemen sumber daya manusia, keuangan, hingga pemasaran, dapat "dihijaukan" dengan cara mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam tugas sehari-hari.
Sebagai langkah taktis, para peserta didorong untuk segera membangun literasi hijau dan mengasah soft skills seperti kemampuan berkomunikasi serta kecerdasan emosional yang sering kali menjadi penentu dalam tahap wawancara. Di tengah dunia yang kian terbuka, Rinaldi menyarankan pencari kerja memanfaatkan berbagai platform belajar mandiri dan memperluas jaringan profesional karena banyak posisi pekerjaan kini diisi melalui jalur koneksi yang tidak diiklankan secara terbuka. (Agus)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....