Kemenkes Gelar Puncak Pekan Imunisasi Dunia
- 03 Mei 2026 21:17 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI gelar puncak Pekan Imunisasi Dunia dengan tema besar "Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia" guna memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.
Meskipun cakupan imunisasi lengkap sempat mencapai 95,4%, pemerintah menyoroti adanya ketimpangan di beberapa wilayah yang masih memiliki cakupan di bawah 50% akibat komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) belum maksimal.
Fakta mengkhawatirkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia sebagai negara dengan jumlah anak zero dose (anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali) terbanyak. Terdapat hampir satu juta anak Indonesia yang belum tersentuh imunisasi, sehingga hidup tanpa perlindungan yang menjadi hak dasar mereka.
Masifnya penyebaran hoaks di internet dan ketakutan orang tua menjadi faktor utama penghambat perjuangan tenaga kesehatan di lapangan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada sejumlah kabupaten dan kota dengan capaian imunisasi terbaik.
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan berhasil meraih juara pertama untuk kategori cakupan imunisasi rutin terbaik. Sementara itu, Kota Surabaya menyabet peringkat pertama dalam pelaksanaan imunisasi antigen baru, dan Kota Jakarta Barat memimpin dalam cakupan status imunisasi T12.
Acara ini juga menyoroti tantangan di era digital melalui sesi kuliah umum bersama CEO Tempo Digital, Wahyu Dhyatmika. Ia memaparkan bahwa hoaks tentang imunisasi sering kali menyebar melalui "infodemik," yaknu informasi palsu bergerak lebih cepat dibandingkan fakta.
Pentingnya strategi "TBC" atau To Be Confirmed (Kebenaran, Keseimbangan, dan Kognisi) bagi masyarakat dalam merespons informasi kesehatan agar tidak terjebak dalam bias negatif maupun konfirmasi.
Tak hanya dari sisi media, perspektif agama pun dihadirkan melalui orasi Muhammad Sofi Mubarok yang meluruskan miskonsepsi dalam pandangan Islam. Ia menjelaskan bahwa sejarah Islam, khususnya di era Turki Utsmani, telah mempraktikkan metode serupa imunisasi sejak abad ke-17 untuk menangkal cacar.
"Bahwa umat Islam dilarang meninggalkan generasi yang lemah, sehingga vaksinasi menjadi ikhtiar untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis anak," jelasnya.
Sebagai penutup, acara dimeriahkan oleh presentasi finalis #SatsetLawanMisdis yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas terkemuka.
Para pemuda ini menciptakan konten kreatif berupa video dan infografis untuk memerangi disinformasi mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan konsep herd immunity. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat membangun ekosistem informasi yang lebih sehat demi mencapai target generasi Indonesia Emas di masa depan. (Agus)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....