Strategi Hadapi Seleksi Kerja: Kunci Sukses Ada pada Kesiapan Mental dan Kejujuran
- 02 Mei 2026 22:03 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Masalah pengangguran masih menjadi tantangan besar di dunia ketenagakerjaan, baik di Indonesia maupun global. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan webinar penyuluhan jabatan bertajuk "Seleksi Tanpa Cemas: Strategi Menghadapi Psikotes dan Wawancara" untuk membekali para pencari kerja agar lebih siap bersaing di pasar kerja nasional.
Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker, Isnarti Hasan, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama pengangguran adalah adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi pencari kerja dengan syarat jabatan yang dibutuhkan pemberi kerja. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memahami persyaratan kerja yang semakin spesifik dan dinamis di era digital saat ini.
"Penempatan tenaga kerja yang sesuai dapat meningkatkan produktivitas sehingga moto the right man on the right job dapat terpenuhi," ujar Isnarti dalam sambutannya.
Dalam sesi utama, Psikolog sekaligus Tenaga Ahli Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Widi Diana Ratri, menjelaskan bahwa kecemasan adalah faktor utama yang sering menghambat performa kandidat saat seleksi. Menurutnya, rasa cemas itu wajar, asalkan bisa dikendalikan agar tidak terlihat dan tidak mengganggu konsentrasi. Ia menekankan pentingnya bagi pencari kerja untuk mengenali diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangan, sebelum melamar suatu posisi.
Terkait psikotes, Diana mengingatkan peserta agar tidak perlu berlebihan mempelajari buku-buku latihan soal hingga mengabaikan kesehatan fisik. Ia menegaskan bahwa psikotes bertujuan untuk memotret kemampuan kognitif, kepribadian, dan sikap kerja kandidat secara jujur.
"Bersikaplah jujur apa adanya. Jika Anda mengada-ngada atau mencoba memberikan jawaban yang dianggap 'bagus' namun tidak konsisten, hal itu justru bisa terbaca oleh sistem atau psikolog dan berisiko menggagalkan seleksi," jelas Diana.
Sementara itu, untuk menghadapi sesi wawancara, kandidat disarankan menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) dalam menceritakan pengalaman kerja atau prestasi. Metode ini membantu kandidat menjelaskan secara detail tantangan yang dihadapi, tindakan yang diambil, serta hasil positif yang dicapai. Selain kemampuan verbal, aspek non-verbal seperti bahasa tubuh, kontak mata, dan kerapian berpakaian juga menjadi poin penilaian penting bagi perekrut (user).
Terakhir, mengenai negosiasi gaji yang sering kali membuat pelamar bingung, Diana menyarankan agar kandidat melakukan riset terlebih dahulu mengenai standar gaji untuk posisi serupa di perusahaan tersebut. Jawaban yang diberikan sebaiknya didasarkan pada pertimbangan profesional, seperti pengalaman, sertifikasi yang dimiliki, serta biaya hidup, bukan semata-mata alasan pribadi. Dengan persiapan yang matang dan pola pikir yang positif, diharapkan para pencari kerja dapat menjalani proses seleksi dengan lebih tenang dan percaya diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....