Jemaah Haji Tarakan Diminta Jaga Kemabruran dan Gabung IPHI
- 18 Jun 2026 17:15 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kebahagiaan dan rasa haru menyelimuti Kota Tarakan seiring dengan tibanya kembali jemaah haji asal daerah ini ke tanah air.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tarakan memastikan sebanyak 185 jemaah haji telah tiba dengan selamat setelah menunaikan ibadah di tanah suci Mekkah.
Kepala Kantor Kemenhaj Tarakan, H. Asmawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepulangan para jemaah. Dari total 186 jemaah yang diberangkatkan, sebanyak 185 jemaah kembali ke Tarakan dalam kondisi sehat walafiat.
"Alhamdulillah, jemaah kita sudah pulang. Yang tadinya berangkat 186 orang, kembali 185 orang karena satu jemaah kita meninggal dunia di Mekah beberapa waktu lalu. Secara keseluruhan, jemaah yang kembali dalam keadaan sehat-sehat," ujar H. Asmawan saat diwawancarai, Rabu (16/2026).
Proses kepulangan jemaah haji Tarakan sendiri terbagi dalam tiga jadwal penerbangan pada hari yang sama. Di antara rombongan yang pulang, terdapat pula Wali Kota Tarakan beserta istri yang ikut dalam penerbangan terakhir.
Penerbangan pertama sekira pukul 09.00 Wita dari Balikpapan menggunakan maskapai Citilink membawa 11 orang jemaah.
Sementara penerbangan kedua sekira pukul 11.40 WITA membawa rombongan jemaah berikutnya. Penerbangan ketiga pukul 13.40 WITA, Membawa sisa rombongan jemaah, termasuk Wali Kota Tarakan dan istri.
Menyambut kepulangan para jemaah, Asmawan menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus memberikan pesan mendalam mengenai esensi dari haji mabrur.
Menurutnya, tanda kemabruran ibadah haji justru baru akan terlihat dan diuji setelah mereka kembali ke kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
"Kemabruran itu kita peroleh setelah pulang dari tanah suci. Artinya, perubahan perilaku dari yang tadinya kurang baik menjadi bagus, serta bisa menjadi contoh atau teladan untuk lingkungan, masyarakat, terutama keluarga kita sendiri," tutur Asmawan.
Ia menjabarkan beberapa ciri perubahan positif yang diharapkan melekat pada diri seorang haji mabrur. Di antaranya meningkatnya Ibadah, jemaah yang tadinya malas ke masjid, kini menjadi rajin melaksanakan shalat lima waktu berjamaah di masjid.
Selain itu, hubungan sosial menjadi lebih baik dengan menjadi pribadi yang lebih ramah, humanis, dan menyatu dengan tetangga serta warga sekitar.
Asmawan juga mengajak jemaah bergabung ke dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indoensia (IPHI) serta membentuk kelompok pengajian berkala.
Wadah ini dinilai sangat penting bukan hanya untuk melepas rindu antarteman sepeziarahan, tetapi juga sebagai sarana menambah wawasan keagamaan melalui kajian-kajian Islam secara rutin.
Dengan begitu, bekal spiritual yang didapatkan dari tanah suci Mekkah tidak luntur dan dapat terus terjaga sepanjang hayat.
"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah haji yang baru pulang, silakan bergabung di organisasi haji yaitu IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia). Ini adalah wadah tempat kita untuk selalu berkonsultasi dan menjaga silaturahmi," imbau Asmawan. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....