Tangis Haru Warnai Kedatangan Jemaah Haji Tarakan

  • 17 Jun 2026 13:46 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Suasana haru dan tangis bahagia terlihat di raut wajah jemaah haji dan keluarga saat bertemu kembali di Masjid Baitul Izzah, Islamic Center Tarakan pada Rabu (17/6/2026) pagi.

Setelah menunaikan ibadah haji kurang lebih sebulan jemaah Tarakan yang tergabung dalam kloter 7 embarkasi Balikpapan, tiba kembali di Bumi Paguntaka.

Namun kedatangan jemaah dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama sebanyak 11 jemaah haji tiba sekira pukul 10.00 Wita. Setelah sampai di Bandar Udara Juwata Tarakan, jemaah langsung menuju Masjid Baitul Izzah, Islamic Center yang disambut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tarakan, Ajat Jatnika.

Para keluarga yang sudah menunggu di masjid terbesar di Tarakan itu, tak kuasa menahan air mata saat menyambut kedatangan jemaah haji.

Salah satu jemaah haji yang tiba, Kaharuddin, tampak tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Mengenakan pakaian gamis warna hitam dan songkok, ia langsung disambut pelukan hangat dari sanak saudara yang sudah menantinya. "Alhamdulillah, lega perasaan," ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Ketika ditanya mengenai pengalamannya selama menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci, ia menceritakan bahwa secara umum seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan aman dan lancar.

Meski demikian, Kaharuddin mengaku sempat mengalami musibah terjatuh saat akan melaksanakan lempar jumrah.

"Pernah kena musibah terjatuh pas mau ke Musdhalifah malamnya. Pas mandi, habis berwudhu, pulang sudah ke kemah, Tiba-tiba jatuh. Tapi Alhamdulillah tidak apa-apa," kenang warga Pantai Amal ini.

Ia berharap, sepulangnya dari menjalani ibadah haji ini, kehidupan sehari-harinya ke depan bisa jauh lebih baik, lebih berkah dan meningkatkan kualitas keimanannya.

Jemaah Tarakan lainnya, Henry juga bahagia karena telah menunaikan ibadah haji dengan lancar, meski cuaca sangat panas.

Henry tidak menampik bahwa suhu di Tanah Suci jauh lebih menyengat dibanding Tarakan.

"Yang pastinya panas, lebih panas dari Tarakan. Tapi Alhamdulillah, semua bisa dijalani dengan baik," imbuhnya.

Ia juga memuji peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, terutama dalam hal pemenuhan konsumsi jemaah.

"Masya Allah, tidak ada kendala. Semua baik-baik saja. Dari segi makanan, kami tidak kekurangan di sana. Kalau zaman dulu mungkin makanan tidak disediakan, tapi sekarang fasilitas sudah makin baik," ujar Henry.

Meski demikian, ia memberikan sedikit catatan agar struktur kepengurusan atau manajemen di lapangan dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan jemaah ke depannya.

Ditanya pengalaman spiritual selama beribadah, Henry memilih untuk menyimpannya sebagai refleksi pribadi yang sakral. Menurutnya, Tanah Suci adalah tempat di mana setiap orang akan mendapatkan balasan dan pengalaman yang sesuai dengan kisah hidupnya masing-masing.

"Saya rasa setiap orang pasti merasakan hal spiritualnya masing-masing. Apa yang pernah dilakukan, pasti dirasakan (balasannya) di sana. Kalau untuk saya sendiri, ya itu menjadi cerita buat saya sendiri," ungkapnya bijak.

Selama berada di depan Kakbah dan tempat-tempat mustajab lainnya, Henry mengaku tidak putus memanjatkan doa. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, doa terbaik juga ia langitkan untuk sang ibu, istri, anak-anak, keluarga besar, hingga seluruh warga Tarakan.

Perjalanan ibadah haji ini terasa sangat spesial bagi Henry. Pasalnya, ia harus menanti selama 14 tahun sejak pertama kali mendaftar pada tahun 2012 silam.

Penantian panjang tersebut terbayar tunai tahun ini, karena ia bisa berangkat bersama orang-orang tercinta, sang ibu yang bernama Rabina, serta istrinya Desri Ravina.

Kini, setelah menyandang gelar haji, Henry berharap perjalanan suci ini membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-harinya ke depan. "Harapan saya, semoga ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi dan keimanan bisa terus bertambah," pungkasnya penuh harap.

Jemaah haji Tarakan semula berangkat ke Tanah Suci Mekkah dengan jumlah 186 orang. Namun satu orang meninggal dunia di Arab Saudi. (Rajab)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....