Kepulangan Haji, Kemenhaj Ingatkan Batas Bagasi
- 09 Jun 2026 21:56 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Usai menunaikan haji, jemaah asal Tarakan yang tergabung dalam kloter 7 Balikpapan bersiap kembali ke tanah air.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tarakan, H. Asmawan menyampaikan kondisi terbaru jemaah.
Menurutnya, jemaah saat ini masih berada di Mekah. Rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 15 Juni dan tiba di Tarakan 17 Juni dengan 2 kali penerbangan Lion Air.
“Jemaah haji Tarakan kloter 7 saat ini masih di kota Mekah. Insya Allah tanggal 15 nanti baru berangkat ke Jeddah dan langsung ke Indonesia. Insya Allah tanggal 16 sudah tiba di embarkasi. Kemudian balik ke Tarakan tanggal 17 dengan dua kali penerbangan menggunakan Lion Air,” ujar H. Asmawan dikonfirmasi melalui telepon genggam, Selasa (9/6/2026).
Ia juga menyampaikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat. Semuanya sudah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Untuk kondisi jemaah, Alhamdulillah sehat-sehat semua. Insya Allah sudah menyelesaikan semua rukun haji. Jadi jemaah kita tinggal menunggu kepulangan ke tanah air,” kata Asmawan
Menjelang pulang, biasanya jemaah banyak membeli oleh-oleh. Asmawan mengingatkan agar bijak membawa barang karena ada perbedaan batas bagasi.
Ia merinci dari Arab Saudi ke Balikpapan jemaah dapat jatah 32 kg. Tapi dari Balikpapan ke Tarakan hanya ditanggung 10 kg. “Silahkan untuk jemaah membawa oleh-oleh ke tanah air. Tetapi tetap beresiko juga untuk jemaah. Karena apabila kelebihan barang beresiko,” imbau Asmawan.
“Kalau dari Arab Saudi Insya Allah aman karena ditanggung 32 kilo. Tetapi kalau dari Balikpapan ke Tarakan itu kelebihannya ditanggung hanya 10 kilo. Sehingga jika kelebihan barang bawaan ya resikonya jemaah," imbuhnya.
Untuk menghindari biaya bagasi berlebih, ia menyarankan belanja dikirim lewat jalur darat. Hanya saja untuk tiba di Tarakan memakan waktu perjalanan 4-5 hari.
Selain itu, Asmawan juga mengingatkan jemaah, khususnya perempuan, tetap menjaga adab berpakaian setelah pulang haji.
“Kami tidak melarang untuk jemaah menggunakan pakaian-pakaian sesuai dengan kebiasaan jemaah dulu. Tetapi kita tetap menghimbau nanti sampai di embarkasi untuk wanitanya tetap menutup auratnya. Artinya jangan sampai sebelum berangkat haji memakai jilbab, ketika pulang haji justru lehernya kelihatan,” pesannya.
Jemaah diimbau tidak memakai perhiasan saat penjemputan di bandara. Karena banyak warga berdesakan untuk bersalaman.
“Begitu juga ketika menggunakan perhiasan untuk berhati-hati agar tidak terlalu memakai karena pada saat menjemputan banyak sekali masyarakat atau warga yang ingin berpelukan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kita himbau untuk tidak menggunakan perhiasan yang terlalu mencolok,” tutur Asmawan. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....