Wamenhaj Dahnil Tekankan Urus Hal Suci Harus Bersih dari Korupsi
- 11 Mei 2026 14:06 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan menekankan isu integritas. Ia menyebut simbolisasi keberagamaan di Indonesia sangat kuat, sehingga pengelolanya harus bersih.
Penekanan itu disampaikan Dahnil saat meresmikan Tower 2 Asrama Haji Transit Kalimantan Utara di Kompleks Islamic Center Tarakan, Selasa (5/5/2026).
“Harusnya yang ngurusi simbol-simbol keagamaan itu harus yang paling bersih. Enggak ada korupsi di situ, enggak ada manipulasi di situ. Harusnya orang-orang jujur yang ingin melayani jemaah haji,” ucap Dahnil dalam arahannya.
Namun realitasnya, kata Dahnil, penipuan haji masih marak. Faktanya belakangan ini penipuan banyak dilakukan oleh mereka yang harusnya membawa simbol kebaikan.
"Kami setengah mati pastikan supaya jangan ada haji ilegal. Tapi haji ilegal, orang yang tidak menggunakan visa haji, itu banyak sekali,” beberapa Dahnil.
Dahnil juga menyinggung sejumlah asrama haji di Indonesia, mangkrak. Menurutnya, sejak awal transformasi dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji, ia langsung turun mengecek kondisi asrama haji di seluruh Indonesia, banyak proyek mangkrak.
“Yang bisa dibangun asrama haji itu dibangun dengan nilai besar. Rata-rata ada yang Rp200 miliar, di sini cuma Rp50 miliar, ada yang Rp100 miliar, ada yang Rp300 miliar. Tapi banyak yang mangkrak,” ungkap Dahnil.
Ia mencontohkan asrama haji di Indramayu, Kendari, dan Jambi. Di Indramayu, ia bahkan mengajak Kejaksaan Tinggi untuk melihat langsung.
“Saya sudah sejak awal ngomong dengan Jaksa Agung. Saya mau ketika ada transformasi itu kita lakukan dengan smooth, jangan sampai penyakitnya dibawa juga. Maka kita harus beresin semuanya. Clean and Clear,” tegas Dahnil.
Dahnil mengingatkan, pembangunan asrama haji menggunakan dana SBSN yang sebagian bersumber dari dana setoran awal jemaah haji di BPKH.
“SBSN itu asalnya dari uang APBN, tapi dia juga berasal dari uang jemaah haji. Sebagian besar itu bukan orang-orang yang mampu, tapi orang-orang yang mampu mengupayakan naik haji. Mereka nabung Rp25 juta bayar setoran awal,” jelas Dahnil.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN di lingkungan Kemenhaj menjaga amanah.
“Pak Saleh dan semua teman-teman di Kanwil, di ASN di Tarakan, di mana-mana pun, itu amanahnya dijaga. Saya sengaja keliling asrama haji, saya cek semuanya. Karena saya dengan pak Menteri, termasuk Presiden Prabowo, tidak ingin ketiban sesuatu yang tidak kami lakukan tapi kami yang harus tanggung," tegas Dahnil.
Dahnil menutup sambutan dengan menegaskan, pekerjaan transformasi haji bukan sekadar memperbaiki yang rusak. Banyak hal yang harus ditransformasikan dan diperbaiki dan pesan itu harus sampai kepada masyarakat. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....