Seorang Pekerja Tikam Mandor Proyek Sekolah Rakyat
- 24 Jul 2026 08:03 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Perselisihan antarpekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Pangeran Aji Iskandar, RT 19, Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara, berujung aksi penusukan. Seorang mandor berinisial MT (36) mengalami luka setelah diserang pekerjanya sendiri, AS (45), Rabu (22/7/2026) pagi.
Pelaku yang sempat melarikan diri usai kejadian akhirnya diamankan polisi beberapa jam kemudian di wilayah Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Utara IPTU Ghazy Prima Daffa Ohoirat mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari perselisihan antara korban dan pelaku saat berada di mes pekerja sekitar pukul 06.20 Wita.
Saat itu, sejumlah pekerja sedang berada di teras mes sambil sarapan dan menunggu arahan pekerjaan. Berdasarkan keterangan awal, terjadi perbedaan pendapat setelah korban menyampaikan pekerjaan hari itu tidak dilaksanakan karena beberapa pekerja dianggap hanya datang tanpa melakukan aktivitas.
“Awalnya para pekerja menanyakan apakah kegiatan pekerjaan tetap berjalan. Kemudian terjadi perdebatan setelah korban memberikan jawaban yang membuat pelaku merasa tersinggung,” ujar Ghazy.
Perdebatan tersebut sempat memanas hingga korban dan pelaku nyaris terlibat perkelahian. Namun, aksi tersebut berhasil dihentikan oleh pekerja lain yang berada di lokasi.
Setelah situasi mereda, korban kemudian kembali menuju teras depan mes dan menyampaikan persoalan tersebut kepada pekerja lainnya. Tidak lama berselang, pelaku diduga mendatangi korban dari arah belakang dan melakukan penyerangan menggunakan pisau dapur.
“Korban mengalami dua luka akibat benda tajam, masing-masing di bagian punggung dan paha. Barang yang digunakan diduga merupakan pisau dapur yang berada di area mes pekerja,” jelasnya.
Usai kejadian, pelaku meninggalkan lokasi melalui pintu belakang mes. Polisi menduga pisau yang digunakan sempat dibuang pelaku di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), sehingga hingga kini masih dilakukan pencarian.
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus menjalani pemeriksaan visum.
Laporan terkait kejadian tersebut diterima Polsek Tarakan Utara sekitar pukul 09.45 Wita. Petugas kemudian mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, serta melakukan pencarian terhadap pelaku.
“Setelah menerima laporan, anggota langsung bergerak melakukan pengejaran dan mencari informasi terkait keberadaan pelaku di sejumlah wilayah,” kata Ghazy.
Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 16.00 Wita. AS ditemukan sedang berjalan kaki di wilayah Kelurahan Karang Harapan dan langsung diamankan tanpa perlawanan.
Dari pemeriksaan awal, diketahui korban dan pelaku sama-sama berasal dari Makassar dan berada di Tarakan untuk bekerja pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat.
Polisi masih melakukan pendalaman terkait motif penusukan tersebut. Selain perselisihan saat kejadian, penyidik juga mendalami informasi mengenai persoalan pembayaran upah pekerja yang diduga belum terselesaikan.
“Untuk motif masih kami dalami. Termasuk apakah persoalan upah memiliki hubungan dengan kejadian ini atau tidak, karena penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para pihak,” terang Ghazy.
Menurut keterangan sementara, pelaku melarikan diri setelah kejadian karena khawatir persoalan tersebut semakin besar. Namun setelah dilakukan pendekatan oleh petugas, pelaku akhirnya bersikap kooperatif saat diamankan.
Sementara kondisi korban dipastikan stabil setelah mendapat penanganan medis. Luka yang dialami korban memiliki kedalaman sekitar tiga sentimeter.
Saat ini polisi masih melengkapi proses penyelidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi, melengkapi alat bukti, serta mencari pisau yang diduga digunakan dalam aksi penusukan tersebut.
“Korban sudah mendapatkan perawatan dari dokter dan kondisinya stabil. Dari pemeriksaan sementara, korban hanya mengeluhkan rasa nyeri pada bagian luka,” ungkapnya. (CRZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....