Polres Tarakan Pastikan Pelaku Penganiayaan Viral Bukan Polisi
- 03 Jul 2026 18:25 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN: Kepolisian Resor (Polres) Tarakan akhirnya buka suara guna meluruskan simpang siur informasi di media sosial terkait kasus dugaan penganiayaan yang tengah menyita perhatian publik.
Melalui Kasatreskrim Polres Tarakan, AKP Reginald Yuniawan Sujono didampingi Kasi Humas Polres Tarakan Iptu Rusli, Polres Tarakan menegaskan bahwa perkara tersebut saat ini sedang ditangani secara intensif dan profesional.
Langkah ini diambil untuk meredam spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus meluruskan beberapa poin krusial terkait identitas pelaku maupun korban.
Menanggapi narasi yang beredar di jagat maya, Polres Tarakan menjabarkan tiga fakta hukum yang saat ini dikantongi oleh tim penyidik.
Kasus ini bukan lagi sekadar isu media sosial. Korban telah resmi melayangkan laporan polisi ke Polres Tarakan, dan saat ini perkara tersebut sudah masuk dalam tahap tindak lanjut hukum yang sah.
Sempat beredar kabar bahwa terduga pelaku merupakan oknum aparat. Namun, setelah dilakukan pendalaman mendalam oleh penyidik, Polres Tarakan memastikan bahwa terduga pelaku yang sempat mengaku-ngaku sebagai korps baju cokelat tersebut bukan merupakan anggota Polri.
"Berdasarkan hasil pendalaman terduga pelaku yang sempat mengaku sebagai anggota Polri, dipastikan bukan anggota polisi," ujar IPTU Rusli dalam rilis yang diterima RRI Tarakan, Kamis (2/7/2026).
Ia juga meluruskan kabar yang menyebutkan korban masih anak-anak. Hasil pemeriksaan dokumen resmi menunjukkan bahwa korban sebenarnya telah dewasa, yakni berusia 20 tahun.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan korban bukan merupakan anak di bawah umur, melainkan berusia 20 tahun," bener Rusli.
Kepolisian menyayangkan cepatnya peredaran informasi yang belum tervalidasi di media sosial. Karena itu, Polres Tarakan mengimbau masyarakat luas untuk menyaring informasi dengan bijak.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," tulis pihak Polres Tarakan dalam keterangan resminya.
Masyarakat diharapkan memercayakan sepenuhnya dinamika penyelidikan kepada tim penyidik. Polres Tarakan juga berjanji akan terus bersikap transparan dan membagikan perkembangan kasus ini secara berkala melalui kanal-kanal informasi resmi mereka. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....