Waspada! Ini Cara Sindikat Narkoba Manfaatkan Kurir di Tarakan
- 31 Mei 2026 20:01 WIB
- Tarakan
RRI.CO,ID, Tarakan - Pergerakan sindikat narkoba di Kota Tarakan kini semakin lihai dalam mengelabui aparat penegak hukum.
Berdasarkan dialog bersama BNNK Tarakan, diketahui bahwa para bandar sering kali menargetkan orang-orang yang terhimpit kebutuhan ekonomi untuk dijadikan kurir. Bahkan, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka sedang membawa barang terlarang karena modus yang sangat rapi.
Ketua Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Agus Andi Suprayitno dalam Dialog Spada di Programa 2 RRI Tarakan Menjelaskan Pola peredaran narkoba saat ini telah bergeser dari pelabuhan atau bandara ke lokasi yang lebih sulit dijangkau seperti pertambakan yang berada di wilayah yuridiksi daerah sekitar .
Para pengedar juga kerap menyewa rumah sebagai "basecamp" tanpa melapor kepada ketua RT setempat untuk menghindari pemantauan lingkungan.
"Keberadaan warga pendatang yang menempati kontrakan secara diam-diam dan menunjukkan gaya hidup mencurigakan menjadi indikasi kuat yang perlu diwaspadai warga. Aktifitas yang ramai di tengah malam tanpa pekerjaan tetap patut dicurigai sebagai sarang peredaran narkoba," Ungkap Agus.
BNNK Tarakan menghimbau para pemilik kontrakan agar lebih selektif dan melaporkan setiap penghuni baru kepada ketua RT. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas wilayah dari ancaman narkotika.
Selain itu, warga juga harus waspada terhadap tawaran menitipkan barang oleh rekan, terutama jika barang tersebut sudah dikemas tertutup. Pastikan untuk mengetahui isi paket tersebut sebelum menyanggupi permintaan untuk membawanya.
Para sindikat seringkali mendoktrin kurir agar tutup mulut apabila tertangkap, dengan janji palsu akan menjamin keluarga mereka. Faktanya, kurir yang tertangkap tetap akan diproses hukum tanpa ada keringanan, terlebih bagi mereka yang berstatus residivis.
Tidak jarang para remaja, termasuk pelajar dan mahasiswa, ikut terjebak dalam lingkaran ini karena iming-iming uang cepat untuk memenuhi gaya hidup. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena melibatkan usia produktif yang seharusnya fokus pada pendidikan.
BNN menegaskan bahwa pengakuan "tidak tahu" saat tertangkap tidak akan serta merta membebaskan pelaku dari jeratan hukum, karena aparat akan melakukan tes urin dan pemeriksaan mendalam.
Masyarakat diajak untuk aktif melaporkan kecurigaan ke BNNK Tarakan melalui call center atau media sosial dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....