Pedagang Pasar Imbayud KTT Temukan Uang Palsu Rp100 Ribu
- 05 Mei 2025 18:49 WIB
- Tarakan
KBRN, Kaltara : Masyarakat Kabupaten Tana Tidung kembali resah dengan adanya temuan uang palsu. Kali ini, uang palsu pecahan Rp 100 ribu ditemukan di Pasar Imbayud Taka, Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung, belum lama ini.
Haji Jahidah salah satu pedagang, melaporkan telah menerima uang mencurigakan saat transaksi pelunasan utang. Asal mula uang palsu itu dari pedagang lainnya bernama Nur Jannah.
Saat ditemui wartawan, Nur Jannah mengaku bahwa uang palsu tersebut awalnya berada padanya, sebelum kemudian diberikan kepada adiknya untuk membayar utang kepada Haji Jahidah.
“Uang itu kita dapat hasil arisan, jadi kita tidak tahu asalnya dari mana dan dari siapa,” ujar Nur Jannah, Sabtu (3/5).
Ia menjelaskan uang yang diterima berasal dari campuran hasil arisan dan transaksi jual-beli di pasar. Ia pun tidak menyadari ada lembaran palsu di antara tumpukan uang tersebut.
“Awalnya memang saya yang dapat uang palsu itu. Kami kan dapat uang arisan sama dari orang belanja juga, jadi saya kasih ke adik saya untuk bayar utang sama Haji Jahidah. Jadi Haji Jahidah yang duluan tahu kalau itu uang palsu, habis itu dia bawa lagi ke sini, kasih lihat kalau ini uang palsu,” bebernya.
“Kan kita tidak tahu siapa yang kasih ke kami uang itu. Kemungkinan dari hasil jualan juga, tapi tidak tahu siapa yang bayar pakai uang itu,” imbuhnya.
Nur Jannah mengatakan uang tersebut masih ia simpan, dan kini berada di tangan adiknya.
Meski ada yang sempat ingin menukarkan uang itu, adiknya menolak karena khawatir akan kembali menyebarkan lembaran palsu.
Ia berharap ada edukasi dari pihak terkait agar pedagang bisa membedakan uang palsu dengan uang asli. “Harapannya kita diajarkan bagaimana membedakan uang palsu supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini. Supaya aman juga kan, karena memang sangat meresahkan,” tuturnya.
Sebelumnya, Haji Jahidah dan pedagang lainnya, mengaku mengetahui uang tersebut palsu karena memiliki tekstur dan warna yang berbeda dari uang asli.
Pedagang Pasar Imbayud berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang agar kasus serupa tidak berulang dan merugikan pelaku usaha kecil. (Tk/Sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....