Penulis Kampung Sarinah Tembus Gramedia lewat “From Bitter To Better”
- 20 Jun 2026 21:43 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Penulis asal Kalimantan Utara (Kaltara), Sarinah berhasil melebarkan sayapnya dengan mengeluarkan karya buku terbarunya. Menariknya, alumni Universitas Borneo Tarakan ini mampu mendobrak rak-rak Gramedia dengan buku berjudul "From Bitter To Better".
Dengan genre Self Improvement, karya terbarunya memiliki 3 bab yang sangat reflektif dinikmati seluruh usia pembaca. Sebanyak 173 halaman, pembaca akan disuguhkan dengan Bab 1 : Lifelong Learner, menjadi sadar betapa pentingnya menjadi pembelajar yang kritis.
Kemudian, Bab 2 : Glow Up Inside and Out, bagian yang mengajak pembaca memulai kebiasaan baik dan mencintai diri dengan habit positif. Lalu ditutup dengan Bab 3: All About Us: halaman yang memiliki berbagai narasi relate untuk memahami diri, hubungan dengan orang lain dan bagaimana melawan segala rasa takut di dalam diri.
Ditulis dengan diksi yang hangat dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan, buku From Bitter to Better sudah dapat ditemukan di seluruh toko Gramedia di Indonesia dan tersedia di marketplace.
Sarinah adalah penulis yang memulai karirnya sejak 2018. Tertarik dalam dunia membaca dan menulis sejak sekolah dasar. Ia gemar menuangkan berbagai sastra puisi di buku hariannya, yang kemudian mengasah diri dengan berbagai lomba menulis sejak remaja.
Ia juga mendirikan sebuah komunitas literasi baca yaitu "One Person One Book" di Kalimantan Utara. Pelopor menyalakan nilai-nilai baca tulis sejak 2015 bersama banyak relawan literasi. Dunia menulis baginya bukan hanya impian masa kecil, tapi sebuah lautan luas yang menguasai setiap pelayaran kehidupannya.
Sarinah juga berpesan kepada seluruh anak muda yang mungkin punya mimpi sama atau bisa saja hal berbeda. “Jangan paksa kuburkan impianmu, karena belum tentu hilang, sewaktu-waktu mimpi itu akan kembali mempertanyakan kenapa dia tidak diwujudkan," ucapnya.
Ia bercerita sejak remaja suka berkunjung ke toko buku Gramedia dan sering menggumam suatu hari nanti karya bukunya berada di rak ini. Siapa yang tahu bahwa 10 tahun kemudian celetukan singkat itu menjadi nyata. Buku Sarinah bertengger di rak toko seluruh Indonesia dan bisa disaksikan oleh jutaan mata.
“Kita boleh dari kampung, tapi mimpi harus terus terhubung, kita boleh berjalan pelan, tapi pastikan sampai pada tujuan,” tutur Sarinah. (Andre)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....