Ngopi di Tarakan: antara Selera, Gaya Hidup, dan Budaya Kontemporer

  • 25 Mar 2026 08:46 WIB
  •  Tarakan

TARAKAN – Budaya ngopi di Tarakan telah menjadi cermin budaya kontemporer yang menyatukan tradisi dan modernitas. Muhammad Asbullah, pakar kopi lokal, menyatakan dalam Obrolan Budaya RRI bahwa kopi kini bukan sekadar minuman, melainkan kebutuhan lifestyle yang sangat kuat di kalangan generasi muda.

Pergeseran dari kopi instan ke kopi manual menunjukkan adanya apresiasi terhadap proses.

"Manual brew bukan sekadar menyeduh, tapi membangun narasi antara barista dan pelanggan," ungkap Asbullah.

Hal ini menciptakan interaksi sosial yang lebih dalam dibandingkan layanan cepat saji.

Meski tren terus berubah, mulai dari kopi susu gula aren hingga Americano, esensi ngopi sebagai ruang bertukar ide tetap tidak tergantikan. Asbullah melihat masa depan industri ini sangat cerah, di mana kopi akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban manusia.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengatur waktu minum kopi, maksimal hingga sore hari. Edukasi mengenai jenis kopi yang aman bagi lambung terus ia gaungkan agar budaya ngopi tetap memberikan manfaat positif bagi para pecintanya di Tarakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....