Lamb of God Resmi Rilis Album Baru "Into Oblivion"

  • 16 Mar 2026 10:18 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Raksasa heavy metal asal Virginia, Lamb of God, kembali mengguncang industri musik dunia dengan merilis album studio terbaru mereka bertajuk "Into Oblivion". Album yang diluncurkan pada 13 Maret 2026 melalui label Epic Records dan Century Media ini menandai babak baru yang lebih agresif sekaligus eksperimental bagi band tersebut.

Setelah sukses dengan album-album sebelumnya, Into Oblivion muncul sebagai antitesis dari kenyamanan. Diproduseri kembali oleh Josh Wilbur, album ini menawarkan kualitas audio yang lebih "kotor" dan organik, memberikan ruang bagi vokal parau Randy Blythe untuk terdengar lebih mengancam di atas gempuran drum Art Cruz yang presisi.

Secara musikal, album ini dianggap sebagai jembatan antara era keemasan groove metal mereka di pertengahan 2000-an dengan eksplorasi suara baru. Lagu-lagu seperti "Into Oblivion" dan "Parasocial Christ" menyuguhkan tempo cepat yang intens, sementara nomor seperti "El Vacío" menunjukkan sisi melankolis dan doomy yang jarang dieksplorasi sebelumnya.

Vokalis Randy Blythe, yang dikenal dengan lirik-liriknya yang tajam, menjelaskan bahwa Into Oblivion adalah sebuah dokumen tentang kondisi sosiopolitik saat ini.

"Album ini adalah tentang runtuhnya kontrak sosial kita," ujar Blythe dalam keterangan resminya. "Kita sedang menuju sebuah titik di mana identitas dan koneksi nyata hilang ditelan obsesi digital dan polarisasi. Kita sedang melangkah menuju ketidadaan."

Menyusul perilisan album ini, Lamb of God dijadwalkan memulai tur Amerika Utara mulai pertengahan Maret 2026. Mereka akan didampingi oleh barisan band cadas lainnya seperti Kublai Khan TX, Fit For An Autopsy, dan Sanguisugabogg, sebelum melanjutkan perjalanan ke Eropa dan Asia pada akhir tahun.

Dengan durasi total 39 menit yang padat dan tanpa celah, Into Oblivion membuktikan bahwa setelah lebih dari dua dekade berkarier, Lamb of God belum kehilangan tajinya sebagai salah satu pilar utama dalam kancah musik keras dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....