Pesta Kembang Api Tarakan Batal Demi Rasa Empati
- 30 Des 2025 16:24 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Ikon perayaan malam pergantian tahun di Kota Tarakan dipastikan akan berbeda pada tahun ini. Rencana pesta kembang api besar-besaran yang biasanya diselenggarakan oleh pihak swasta resmi dibatalkan sebagai bentuk penghormatan terhadap imbauan pemerintah dan rasa simpati terhadap bencana alam.
Dalam wawancara di program Halo RRI pada Senin (29/12/2025), entrepreneur Hartawan Goy mengungkapkan bahwa pihaknya memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam tahun baru 2026.
"Untuk tahun ini sudah pasti dibatalkan karena adanya imbauan dari pemerintah agar tidak ada pesta besar-besaran. Kami mengikuti aturan pemerintah dan turut berduka karena saudara kita di Sumatera dan Aceh sedang tertimpa bencana," ujar Hartawan Goy.
Hartawan mengakui bahwa pembatalan agenda tahunan ini berdampak cukup signifikan pada sektor usaha jasa dan okupansi hotel di Tarakan. Selama empat tahun berturut-turut, pesta kembang api telah menjadi daya tarik bagi wisatawan dari luar pulau untuk berkunjung ke Bumi Benuanta.
"Sebenarnya dengan adanya pesta kembang api, pendapatan lokal meningkat karena banyak orang luar pulau bertujuan ke Tarakan. Hal ini memberikan nilai tambah ekonomi bagi UMKM, penginapan, hingga sektor transportasi umum," jelasnya.
Meskipun menerima keputusan pembatalan tersebut, Hartawan berharap pemerintah bertindak adil dalam melakukan pengawasan di lapangan. Ia meminta agar penertiban tidak hanya menyasar penyelenggara besar, tetapi juga pihak-pihak lain yang mungkin tetap menyalakan kembang api secara sembunyi-sembunyi.
"Harapan saya kedepannya pemerintah bisa mempertimbangkan kembali hal ini. Kami juga meminta agar penertiban dilakukan secara merata agar ada rasa keadilan bagi semua pihak," tambahnya.
Hartawan menegaskan bahwa meski tanpa kemeriahan kembang api, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga kondusivitas kota dan berharap stabilitas ekonomi serta pariwisata Tarakan tetap terjaga di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....