Birau Bulungan 2025: Festival Budaya dan UMKM Terbesar
- 31 Agt 2025 19:49 WIB
- Tarakan
KBRN, Tanjung Selor : Perayaan Birau Bulungan 2025 akan hadir lebih meriah dan megah. Untuk pertama kalinya, seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kebun Raya Bundayati, menjadikannya pusat pesta rakyat sekaligus ruang pamer potensi budaya dan ekonomi lokal.
Birau tahun ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-65 dan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-235.
Dengan mengusung tema “Bulungan Berdaulat, Unggul, dan Berkelanjutan”, festival akan menghadirkan berbagai atraksi budaya, kompetisi tradisional, hingga pameran ratusan produk UMKM dan inovasi desa.
Bupati Bulungan, Syarwani menyebutkan, beragam kegiatan disiapkan untuk masyarakat.
Mulai dari lomba musik daerah tingkat pelajar, lomba tari pesisir dan pedalaman, lomba busana wastra (kain tradisional), hingga festival makanan khas dari 74 desa se-Kabupaten Bulungan.
"Nanti ada juga lomba gasing, lomba menyumpit, hingga difabel show dan lomba mewarnai inklusi tingkat PAUD yang menegaskan semangat festival inklusif untuk semua kalangan," sebut bupati.
Kemeriahan juga akan hadir di Festival Sungai Kayan dengan balap perahu panjang dan prosesi sakral Biduk Bebandung, yang setiap tahun menjadi daya tarik utama wisatawan lokal maupun mancanegara.
Syarwani mengungkapkan, pada puncak acara, pawai budaya jalan kaki akan digelar dengan rute Jalan Ahmad Yani – Tugu Cinta Damai.
Uniknya, tahun ini tidak ada pawai kendaraan, melainkan penampilan murni budaya dari berbagai kelompok masyarakat, mahasiswa, ormas, perusahaan, OPD, hingga kecamatan.
Sementara itu, panggung utama akan menyuguhkan tarian kolosal melibatkan 400 penari yang terdiri dari ASN, PTT, hingga PPPK Pemda Bulungan.
Kolaborasi tarian Dayak, Tidung, dan Bulungan ini dikoreografikan secara khusus membentuk angka 65 (usia Kabupaten Bulungan) dan 235 (usia Tanjung Selor).
Lebih jauh disebutkannya, selain pertunjukan budaya, 130 stand UMKM, OPD, dan 74 desa akan memamerkan produk unggulan masing-masing.
Mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lokal yang siap bersaing di pasar regional maupun nasional.
“Ini kali pertama seluruh kegiatan Birau dipusatkan di Kebun Raya Bundayati. Konsepnya inklusif, melibatkan anak-anak PAUD, difabel, masyarakat umum, hingga pelaku UMKM. Semua diberi ruang untuk tampil dan berkembang,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan, meskipun acara puncak jatuh pada 12 Oktober 2025, demi menghormati masyarakat Kristiani yang beribadah di hari Minggu, upacara puncak Birau dimundurkan ke Senin, 13 Oktober 2025.
Birau Bulungan 2025 bukan sekadar pesta budaya, melainkan momentum strategis untuk mengangkat potensi lokal dan memperkuat identitas masyarakat Bulungan.
Dengan suasana meriah, penuh warna, serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, Birau menjadi ajang silaturahmi, hiburan, sekaligus sarana promosi potensi daerah.
“Semua desa, paguyuban, hingga sekolah wajib ikut upacara puncak dengan mengenakan busana adat nusantara. Birau adalah kebanggaan kita bersama,” pungkas Bupati. (Ramlan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....