Mitos Tradisi Jawa Hadir Lewat Film 'Almarhum'

  • 08 Jan 2025 13:36 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Unlimited Production, bersama Light House, A&Z Films, dan DAP, mempersembahkan sebuah film horor yang mendalam dan penuh ketegangan, berjudul Almarhum. Film “Almarhum” bercerita tentang sebuah keluarga yang harus menghadapi teror mengerikan setelah kehilangan salah satu anggotanya.

Keluarga ini terpaksa kembali ke rumah lama mereka untuk mengurus pemakaman, namun kehadiran arwah almarhum membawa serangkaian teror yang menakutkan. Teror ini bukan tanpa sebab; ada banyak rahasia tersembunyi yang berkaitan dengan dosa masa lalu yang harus mereka hadapi.

Almarhum juga mengangkat cerita dari mitos Jawa yang menyebutkan bahwa Selasa Kliwon adalah hari yang membawa sial, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan oleh seseorang yang meninggal pada hari tersebut. Mitos ini mempercayai bahwa arwah orang yang meninggal pada Selasa Kliwon sulit mencapai alam baka, bahkan gentayangan dan bisa "mengajak" anggota keluarga lainnya sebagai tumbal.

Sutradara Adhe Dharmastriya menjelaskan bahwa Almarhum bukan hanya film horor biasa yang mengejar ketegangan semata, tetapi juga sebuah eksplorasi emosional tentang trauma dan hubungan keluarga. “Kami ingin menghidupkan elemen mistis dari mitos Selasa Kliwon dengan cara yang relatable bagi penonton modern.

Film ini menyeimbangkan ketegangan supranatural dengan kedalaman emosi karakter yang berhadapan dengan kehilangan dan ketakutan,” ujar Adhe.

Salah satu aspek menarik dari “Almarhum” adalah pesan moral yang disampaikan melalui cerita horornya. Film ini mengingatkan kita bahwa dosa masa lalu bisa membawa konsekuensi yang mengerikan. Keluarga dalam film ini harus berjuang untuk menebus kesalahan mereka dan mencari cara untuk mengatasi teror yang menghantui mereka. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tindakan kita di masa lalu bisa berdampak besar pada kehidupan kita di masa depan.

Para pemain Almarhum juga berbagi pengalaman mereka selama proses syuting. Dimas Aditya, yang memerankan karakter Wisesa, mengungkapkan bahwa syuting film ini sangat mendalam, baik secara teknis maupun emosional.

Sementara itu, Ratu Sofya, yang memerankan karakter Nuri, mengungkapkan tantangan luar biasa yang dihadapinya selama syuting. Selain Dimas dan Ratu, Almarhum juga didukung oleh deretan aktor berbakat lainnya seperti Alzi Markers, Nova Eliza, Rukman Rosadi, Rizky Hanggono, Meisya Amira, Gito Gilas, dan Ruth Marini.

Penampilan mereka berhasil menghidupkan cerita yang penuh ketegangan dan memberikan pengalaman horor yang unik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....