Harga Cabai Naik, Pedagang Kuliner Sesuaikan Penggunaan
- 01 Okt 2026 19:13 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kenaikan harga cabai di Kota Tarakan turut dirasakan pelaku usaha kuliner. Sejumlah pedagang memilih mengurangi penggunaan cabai untuk menyesuaikan biaya produksi, tanpa menaikkan harga jual makanan.
Salah seorang pedagang makanan di Tarakan, Ibu Ati, mengatakan harga cabai lokal saat ini mencapai sekitar Rp170 ribu per kilogram. Sementara cabai dari luar daerah yang didatangkan melalui kapal berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram.
Ia mengungkapkan harga cabai lokal sebelumnya berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram, sedangkan cabai luar daerah sempat berada di kisaran Rp85-Rp90 ribu per kilogram. “Yang lokal 120. Sekarang 170, yang kapal 150,” ujarnya.
Kenaikan harga membuat penggunaan cabai untuk kebutuhan memasak sehari-hari ikut dikurangi. Jika sebelumnya kebutuhan cabai dapat mencapai sekitar satu kilogram per hari, kini jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi harga.
“Satu hari biasanya setengah kilo, satu kilo sih bisa, tapi sekarang ya berkuranglah. Karena harganya 170,” katanya.
Meski biaya bahan baku meningkat, Ati memilih mempertahankan harga jual dan porsi makanan. Penyesuaian dilakukan dengan mengurangi penggunaan cabai sehingga tingkat kepedasan makanan turut dikurangi. “Jadi kita kurang-kurangi aja. Yang biasanya pedas, aku kurangi,” jelasnya.
Kenaikan harga cabai sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap jumlah pembeli. Namun, pemberian saus tambahan kepada pelanggan kini tidak lagi dilakukan. Saat harga sebelumnya, pelanggan masih dapat memperoleh tambahan saus. Kondisi tersebut kini sulit dilakukan karena tingginya harga cabai.
Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat pedagang kuliner harus melakukan penyesuaian agar harga jual makanan tetap dapat dipertahankan tanpa mengurangi porsi yang diberikan kepada konsumen. (Agung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....