Kisah VeroBake: Dari Dapur Rumahan hingga Tembus Pasar Kuliner Modern Tarakan

  • 13 Agt 2026 12:13 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Kota Tarakan terus menunjukkan geliat positif. Salah satu kisah inspiratif datang dari Veronika Pernanda Oktaviani (Mbak Vero), pendiri UMKM rumahan VeroBake. Berawal dari hobi membuat kue dan keberanian melepas pekerjaan formal, Vero berhasil mengembangkan usaha kue modern yang kini memasok ke berbagai kedai kopi lokal dengan kapasitas produksi minimal 100 keping per hari.

Keterampilan dan ketertarikan Vero terhadap dunia kuliner tidak muncul begitu saja. Sejak kecil, ia telah terbiasa melihat orang tuanya berjualan jajanan pasar tradisional. Dari tradisi keluarga itulah Vero mengenal dasar-dasar pembuatan kue. Namun, alih-alih meneruskan menu tradisional, ia memilih berinovasi pada sajian bakery kekinian yang diminati generasi muda.

Perjalanan bisnis VeroBake tidak terlepas dari pasang surut. Memulai langkah pertama pada tahun 2021, usaha ini sempat vakum beberapa kali karena Vero masih harus membagi waktu dengan pekerjaan utamanya. Momen titik balik terjadi pada tahun 2026, ketika ia secara mantap memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mendedikasikan seluruh waktunya untuk mengelola VeroBake.

"Kalau dulu pas kerja kita dituntut oleh perusahaan, sekarang kita menuntut diri sendiri. Jadi bos untuk diri sendiri memang ada pusingnya mikirin omset, tapi semua ide dan kerja keras diaplikasikan langsung untuk usaha sendiri," ungkap Vero saat menjadi narasumber dalam program Tarakan Sore Ini di Pro 1 RRI Tarakan.

Keberhasilan VeroBake menghadirkan produk yang diminati konsumen tidak didapatkan secara instan. Vero mengungkapkan bahwa untuk menemukan formula resep soft cookies yang sempurna dengan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam ia harus melewati proses Research and Development (R&D) hingga 15 kali percobaan selama hampir satu tahun. Dalam dunia baking, ketelitian bahan dan suhu adalah kunci. Vero menceritakan pengalaman pahit saat gagal memproduksi fudgy brownies hingga menghabiskan 1 kilogram cokelat batang berkualitas tinggi akibat kesalahan teknik pencampuran gula.

Strategi Bisnis: Porsi Mini, Pelayanan Ekstra, dan Kualitas Fresh

Untuk memenangkan hati konsumen di Tarakan, VeroBake menerapkan beberapa strategi khusus:

  • Sajian Porsi Mini: Produk dibuat dalam ukuran sekali makan (bite-sized) agar praktis, tidak mubazir, dan harganya tetap terjangkau untuk semua kalangan (mulai dari Rp7.000 untuk cookies dan Rp10.000 untuk brownies.
  • Jaminan Kesegaran Produk: Untuk menjaga reputasi cita rasa, Vero menerapkan kebijakan penarikan produk (pull-back) dari kedai kopi mitra jika stok sudah mendekati 7 hari untuk diganti dengan kepingan yang baru dipanggang.
  • Pelayanan Antar Fleksibel: Mengutamakan kenyamanan pelanggan dengan menyediakan layanan pesan antar (delivery) yang fleksibel sesuai jam yang diinginkan konsumen.

Dalam hal pengelolaan keuangan, Vero memberikan tips krusial bagi pelaku UMKM pemula. Ia secara tegas memisahkan rekening pribadi/rumah tangga dengan rekening operasional usaha guna mencegah kebocoran modal.

Di akhir perbincangan, Vero berpesan kepada generasi muda yang ingin merintis usaha agar tidak ragu dan menyingkirkan rasa gengsi. Bagi yang masih bekerja, ia menyarankan untuk memanfaatkan gaji bulanan sebagai modal membeli peralatan utama secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....