Pelatihan dan Penyusunan SOP Produksi Ikan Asin Gulama Tingkatkan Daya Saing UMKM

  • 15 Jul 2026 10:34 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk produksi ikan asin Gulama membawa harapan besar bagi masa depan industri pengolahan perikanan. Dengan semangat pengabdian kepada masyarakat, tim dosen dari Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan mendampingi para pelaku usaha kelompok Usaha Wanita Amal dalam merancang sistem produksi yang lebih higienis, berkualitas, dan berdaya saing. Inisiatif ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk meningkatkan nilai jual ikan asin gulama sambil membuka peluang memasuki pasar yang lebih luas.

Nuarsia, S.E, M.M selaku akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya agar pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bermanfaat bagi masyarakat. Selain pendampingan dan pelatihan, mereka juga memberikan bantuan oven untuk proses pengeringan ikan asin.

Ia menyebut bahwa pengenalan teknologi pengeringan ini bertujuan untuk mendongkrak produksi dan penjualan yang lebih baik, sehingga berdampak positif pada kehidupan sehari-hari. Awalnya, mereka melihat kelompok ini masih menggunakan metode tradisional seperti rak kayu dan jaring-jaring.

"Pendampingan ini diharapkan membantu mereka untuk meningkat ke tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.

Nurasia juga menekankan bantuan dalam pengemasan produk yang akan dibantu oleh dosen Perikanan Universitas Borneo Tarakan.

"Pengemasan modern dengan berbagai varian rasa diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan penjualan produk tersebut," harapnya.

Di sisi lain, Dr. Ana Sriekaningsih mengungkapkan bahwa kelompok ini memiliki potensi besar tetapi belum sepenuhnya terjangkau oleh tren modernisasi produk. Ada kebutuhan untuk sedikit mengemas secara modern agar terlihat lebih higienis dan rapi, meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan para pelaku usaha. Pendampingan berkesinambungan dari pemerintah, akademisi, dan pihak terkait lainnya sangat penting.

"Pentingnya mendampingi dalam hal sertifikasi halal dan pengurusan izin usaha, serta pengelolaan keuangan. Ia menyebutkan bahwa ikan asin masih diolah secara tradisional, namun dengan variasi dan pengemasan yang tepat, nilainya dapat meningkat. Misalnya, ikan yang kurang diminati bisa diolah menjadi abon ikan yang bernilai tinggi," urainya.

Ia menyarankan agar ikan asin gulama dapat dikemas dalam bentuk beku atau plastik berlabel. Ada banyak cara kreatif untuk mengolah produk agar bernilai lebih tinggi. Tarakan memiliki potensi besar dalam produksi ikan asin.

"Kita juga menekankan pentingnya fokus pada aspek higienis dan legalitas usaha untuk meningkatkan nilai jual, memperluas pasar, dan mendapatkan akses pembiayaan. Dengan manajemen yang baik dan dukungan dari pemerintah serta akademisi, peluang untuk berkembang sebagai UMKM sangat terbuka," akunya.

Sementara itu, ketua Kelompok Usaha Wanita Amal, Asma menyampaikan apresiasi atas kegiatan dan bantuan yang diberikan.

"Dukungan dari pemerintah dan para dosen sangat luar biasa. Kami berharap ini akan membawa kami berkembang lebih jauh dan meraih kesuksesan," ujarnya.

Melalui pelatihan ini, mereka mendapatkan wawasan baru tentang cara produksi dan pengelolaan yang lebih baik. Dengan pemahaman baru ini, pihaknya bertekad untuk menciptakan produk-produk inovatif menggunakan oven pengering baru tersebut. (CRZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....