Galeri Giatja Lapas Tarakan Pasarkan Produk Warga Binaan
- 30 Jun 2026 19:27 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan memiliki cara inovatif untuk memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui inisiatif strategis berupa Galeri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk "Giatja", hasil karya para warga binaan dapat dipamerkan dan dipasarkan secara langsung kepada masyarakat luas.
Galeri ini telah diresmikan pengunaannya sejak Januari lalu oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman. Kehadiran galeri tersebut berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan program pembinaan kemandirian di dalam lapas dengan sektor ekonomi riil di luar tembok penjara.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasigiatja) Lapas Kelas IIA Tarakan, Andika, menjelaskan bahwa ide pendirian galeri ini berawal dari kendala pemasaran produk. Sebelumnya, pihak lapas menitipkan produk hasil karya warga binaan di sentra UMKM dan pusat oleh-oleh Pasar Batu.
Berangkat dari kendala tersebut, Kepala Lapas memberikan gagasan agar didirikan sebuah galeri mandiri di bagian depan area lapas. Posisi galeri ini dinilai sangat strategis karena memudahkan keluarga yang melakukan kunjungan maupun masyarakat umum untuk melihat dan membeli.
Berbagai macam jenis produk kreatif dipasarkan di Galeri Giatja, mulai dari makanan olahan, lukisan, kaligrafi kayu, hingga produk pabrikasi las. Untuk produk olahan makanan, kerupuk amplang menjadi primadona dan produk yang paling laris diminati pembeli, mengingat bahan baku ikan bandeng sangat melimpah dan murah di Tarakan, serta produknya dapat bertahan hingga tiga bulan.
Selain amplang, inovasi unik dan kreatif lainnya yang diproduksi oleh warga binaan adalah keripik berbahan dasar pelepah atau gedebok pisang. Inovasi ini muncul karena melimpahnya kebun pisang di area lapas, sehingga pelepah pisang yang mulanya terbuang berhasil diolah menjadi camilan enak.
Dari segi harga, produk-produk yang dijajakan sangat bervariasi dan ramah di kantong masyarakat luas. Harga termurah disematkan pada produk keripik gedebok pisang yang dijual seharga Rp10.000 per bungkus, sedangkan karya termahal adalah meja dan kursi lipat dari kayu bengkirai yang dibanderol di angka Rp2.000.000.
Ke depannya, pihak Lapas Kelas IIA Tarakan berharap program pembinaan melalui galeri ini mampu membekali warga binaan dengan keterampilan produktif dan jiwa kewirausahaan. Hal ini menjadi bekal penting, ketika mereka bebas dan kembali ke masyarakat, para warga binaan dapat hidup mandiri secara ekonomi. (ADR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....