Peternak Keluhkan Lambatnya Respons Penanganan Medis

  • 12 Mei 2026 08:57 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Peternak sapi dan kambing di kawasan Gunung Sepuluh, Kampung 6 Tarakan, Suroto, harus menanggung kerugian setelah tujuh ekor kambingnya mati akibat keterlambatan penanganan medis dari dinas peternakan setempat.

Ia mengaku sudah memanggil petugas saat ternaknya sakit. Namun bantuan baru datang tiga hari kemudian dengan alasan kekurangan SDM. Ketika petugas tiba, kondisi ternaknya sudah tidak bisa diselamatkan.

Suroto tidak mempermasalahkan biaya tindakan yang dipatok Rp50 ribu per suntik dan pemberian vitamin. Tetapi yang dikesalkan adalah kecepatan respons yang dinilainya jauh dari memadai. "Kita tidak masalah soal biaya. Yang penting responnya cepat. Apalagi kalau dalam keadaan sakit, kan perlu penanganan cepat. Pas hari ketiga baru datang, ya sudah mati semua, percuma datang." jelasnya,

Pemerintah memperbaiki sistem layanan medis hewan agar peternak tidak terus menanggung kerugian akibat keterlambatan yang seharusnya bisa dicegah. Penyakit ternak tidak bisa menunggu, setiap jam keterlambatan dapat mengancam nyawa hewan.

Di sisi lain, Suroto menyatakan dukungan penuh terhadap program vaksinasi yang dijalankan pemerintah. Ia menyambut positif pemasangan label di telinga sapi sebagai penanda hewan yang telah divaksin. Tak lain sebagai upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus membangun kepercayaan konsumen menjelang musim kurban. (setya)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....