Penjualan Sapi kurban di Tarakan meningkat, Harga Bibit jadi Kendala Peternak

  • 12 Mei 2026 08:44 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Penjualan hewan kurban jelang Idul Adha tahun ini menunjukkan tren positif. Suroto, peternak sapi lokal di Kampung 6 Tarakan, mengaku seluruh sapinya — tujuh ekor — telah habis terjual dengan harga berkisar Rp 19 juta hingga Rp 28 juta per ekor. Ia menyebut laju penjualan tahun ini tergolong lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi peternak lokal yang sempat terpuruk beberapa tahun lalu. Saat itu, membanjirnya pasokan sapi dari Sulawesi membuat harga pasar anjlok dan peternak lokal kesulitan bersaing. Kini, dengan pasokan yang lebih terkendali, kepercayaan pembeli terhadap sapi lokal Tarakan perlahan pulih.

Namun di balik kabar baik itu, Suroto menyimpan kekhawatiran. Harga bibit sapi yang ia beli kini mencapai Rp 16 juta per ekor — naik signifikan dibanding periode sebelumnya. Kenaikan modal ini langsung memangkas margin keuntungan. Jika sebelumnya ia bisa meraup untung hingga Rp 5 juta per ekor, kini hanya sekitar Rp 3,5 juta yang bisa dibawa pulang.

"Seharusnya bisa dapat untung 5 juta, tapi sekarang paling dapat 3,5. Harapannya pemerintah bisa mengendalikan harga sapi yang baru datang — jangan sampai kita yang tercekik." jelas Suroto, Peternak Sapi Lokal Kampung 6 Tarakan

Suroto berharap pemerintah turun tangan mengendalikan harga sapi dari luar daerah agar peternak lokal tidak terus tergerus. Sembari menunggu kebijakan tersebut, ia memilih strategi jangka pendek: memberikan potongan harga bagi pelanggan setia demi memastikan tidak ada sapi yang tersisa di kandang setelah hari raya. (setya)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....